SMAN 5 Ambon Dukung Kehadiran Mollucan Ukulele Leaders

Ambon,Bedahnusantara.com-Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Ambon mendukung kehadiran Mollucan Ukulele Leaders, karena dapat membantu memberikan motivasi bagi siswa-siswi di sekolah.

Akui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum Maria Dumatubun kepada wartawan disela-sela kunjungan yang dilakukan Mollucan Ukulele Leaders di SMAN 5 Ambon, Jumat (20/1/2023).

Dia mengatakan, sekolah sangat apresiasi dan mendukung kedatangan Mollucan Ukulele Leaders di SMAN5 Ambon.

“Kami sangat senang atas partisipasi dan dukungan dari Mollucan Ukulele Leaders yang boleh melakukan kunjungan untuk memberikan motivasi terhadap anak-anak di sekolah kami,” ujarnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Musik Ukulele merupakan salah satu mata pelajaran dari seni budaya, makanya kita berupaya untuk menghidupkan ciri khas Kota Ambon sebagai Kota musik.

“Kami dari pihak sekolah sangat mendukung musik tradisional.makanya, kami berupaya dengan dana dan bantuan pemerintah kita hidupkan musik tradisional di sekolah diantaranya, ukulele, suling bambu dan hawaian melalui sanggar Arika yang ada di sekolah,” paparnya.

Dia berharap, musik tradisional akan tetap dikembangkan di SMAN 5 Ambon.

“Banyak musik modern yang telah dikembangkan disekolah namun, sekolah kami tetap mengembangkan musik tradisional,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Pelatih dan juga guru SMAN 5 Ambon Arnol Alvin Rangotwat menambahkan, musik ukulele mulai dibentuk dan dikembangkan SMA Negeri 5 Ambon sejak tanggal 6 September 2023 lalu.

“Meskipun baru berusia beberapa 4 bulan tetapi, kami sudah banyak mengikuti beberapa event bahkan, ada festival dan karnaval yang kami ikuti untuk kembangkan mint dan kreatifitas siswa,” ungkapnya.

Dengan ukulele sekolah berupaya mengembangkan musik tradisional yang hampir punah

“Tanggung jawab kita untuk mengembalikan musik tradisional, karena itu kita diminta untuk mengembangkan alat musik yang terwarisi dari para orang tua para leluhur dan itu sudah menjadi kebudayaan kita di Maluku,” terangnya.

Selaku anak Maluku, pihaknya merasa bahwa penting untuk melestarikan musik tradisional di kalangan generasi.

“Anak-anak yang sekarang anak-anak generasi milenial sehingga, mereka mampu meningkatkan kemampuan mereka untuk bisa berkreasi dengan musik tradisional,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk SMA Negeri 5 kita memiliki 80 siswa yang tergabung dalam musik ukulele.

“Ini merupakan representative yang paling terbanyak jadi anak-anak SMA di kota Ambon,” tandasnya.

Sedangkan Salah Satu Pemain Ukulele SMAN 5 Ambon Ella mengaku, bangga dapat bergabung dengan Ukulele SMA Negeri 5 Ambon, karena lewat Ukulele kita dapat melestarikan budaya Maluku.

“Dengan bermain ukulele kita dapat melestarikan budaya orang Maluku,” katanya.

Ditempat yang sama, Koordinator Mollucan Ukulele Leaders Niko Tulalessy mengaku, Mollucan Ukulele Leaders memiliki program untuk melakukan kunjungan pada semua sekolah pada tingkat SD, SMP dan SMA di Maluku.

“Hari ini, kita melakukan kunjungan di SMA Negeri 5 Ambon di mana grup ukulele berjumlah 80 orang siswa
Ini luar biasa apresiasi dari Mollucan Ukulele Leaders yang cukup perhatian terhadap perkembangan musik tradisional di sekolah,” ungkapnya.

SMAN 5 Ambon bukan saja, mengembangkan musik ukulele, namun ada musik totobuang dan hawaian yang terus dikembangkan di sekolah.

“Kami melihat sangat luar biasa karena, anak-anak dengan menggunakan ukulele dengan kualitas yang bagus dan disediakan oleh sekolah,” terangnya.

Pihaknya berharap, sekolah-sekolah lain di Maluku dapat mencontohi apa yang dilakukan oleh SMA Negeri 5 Ambon.

“SMAN 5 Ambon sangat berperan aktif untuk menyediakan alat musik bagi siswa,” tandasnya.( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan