Ambon,Bedahnusantara.com: Kota Ambon hingga hari ini belum bisa keluar dari Zona Orange (wilayah pandemi Covid-19), dan hal ini juga turut memberi dampak kepada ekosistem dan keberlangsungan dunia usaha yang ada di Kota Ambon.
Aspek keberadaan dari Kota Ambon di Zona Orange ini didasarkan pada terdapatnya sebanyak 29% masyarakat Kota Ambon yang tidak percaya kepada keberadaan Covid-19, dan ini adalah data yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Ambon.
” Pemerintah Kota Ambon hingga hari ini tengah berjuang keras untuk mengubah perilaku masyarakat Kota Ambon untuk taat melaksanakan protokoler kesehatan dan Kebiasaan 3M (Pakai Masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dimana saja) Masyarakat Kota Ambon beraktifitas, dan menghindari kerumunan. Demi memotong mata rantai penyebaran Covid-19, dan demi keselamatan masyarakat Kota Ambon, akan tetapi hal tersebut belumlah memberikan dampak signifikan kepada perubahan perilaku dan karakter masyarakat Kota Ambon untuk taat melaksanakan protokoler kesehatan. Sebab terdapat sebanyak 29% masyarakat yang tidak percaya adanya Covid-19 di Kota Ambon” Demikian diungkap Asisten II Kota Ambon Robby Silooy pada pelaksanaan rapat penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Ambon yang dilaksanakan di Hotel Golden Palace, Soya Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Kamis (26/11/2020).
Dikatakan oleh Silooy, Perilaku masyarakat Kota Ambon yang tidak percaya akan adanya Covid-19 inilah yang menyebabkan semakin sulit bagi pemerintah Kota Ambon untuk membawa Kota ini berada pada Zona Hijau seperti yang diharapkan oleh semua pihak, termasuk para pengusaha dan pekerja yang ada di Ambon.
” Mereka (Masyarakat) di Kota Ambon ada 29% yang tidak percaya adanya Covid-19 di Kota Ambon, padahal di TPU Hunut telah terdapat bukti (Fakta) bahwa sebanyak 34 Oran telah meninggal yang diakibatkan oleh Covid-19. Hal ini juga yang membuat kita sulit membawa Kota ini masuk pada zona Hijau, padahal semua pihak telah berharap agar Kota Ambon bisa masuk Zona Hijau, yang mana hal itu akan semakin membuka ruang bukan hanya ekonomi dan kesehatan, tapi pendidikan juga turut aktif kembali” Jelasnya.
Oleh sebab itu, sekali lagi saya ingin mengajak dan memperingatkan kepada kita semua bahwa Perilaku kita sendri (Perilaku Masyarakat) untuk taat menjalankan Protokoler kesehatan dan Kebiasaan 3M (Pakai Masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dimana saja dan sedapat mungkin menghindari kerumunan) adalah hal yang sangat menentukan untuk Kota Ambon bisa berada pada Zona Hijau.
” Sebab tanpa ketaatan dan keinginan serta kesadaran dari masyarakat untuk mengubah perilakunya, maka semua itu akan sia-sia, walaupuan pemerintah mengupayakan sejumlah kebijakan dan peraturan,” Tegas Silooy (BN-03)






