Ambon,Bedahnusantara.com:Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon menggelar pelatihan pemandu wisata tematik yang berlangsung di Manise Hotel dari tanggal 26 hingga 28 November tahun 2020.
Pelatihan dihadiri oleh Direktur Ambon Music Office (AMO), Kordinator Guade dan para pemandu wisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon Oldrin Parinussa mengatakan, wisata tematik berbasis budaya dalam bentuk jalur budaya ini merupakan produk wisata yang merangkai be- berapa daya tarik budaya dan destinasi wisata dalam pola perjalanan yang terencana dengan tema, narasi atau cerita tertentu.
“Kalau kita lihat wisata tematik saat ini mulai diminati semua masyarakat, karena tidak mengandalkan keindahan tempat namun, mengandalkan cerita dibalik tempat wisata yang ada,” ujarnya disela-sela pelatihan yang berlangsung di Manise Hotel.
Dia menjelaskan, untuk Kota Ambon wisata tematik dikembangkan dalam program Ambon sebagai Kota Musik, karena wisata yang dikembangkan diantaranya, wisata sejarah, wisata alam dan wisata taman.
“Banyak hal yang dapat dilakukan dalam wisata tematik, karena itu Kota Ambon kembangkan wisata musik dimana, Ambon sebagai Kota Musik Dunia agar, lebih baik,” paparnya.
Saat ini, Ambon menjadi perhatian dunia setelah ditetapkan sebagai Ambon Kota Musik pada tahun 2019 lalu, makanya kita harus tetap mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat, karena DNA orang Ambon adalah musik.
“Ambon Kota Musik Dunia telah menjadi perhatian dunia, ini bukan menjadi perhatian nasional saja, karena kita punya potensi yang ada sehingga, kita berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat untuk bisa menarik wisatawan,” katanya.
Dia meminta, para pemandu wisata untuk dapat mengembangkan diri dalam meningkatkan potensi yang ada untuk menarik wisatawan ke Kota Ambon.
“Kita punya kunci untuk meningkatkan kapasitas pemandu wisata yang ada di Kota Ambon di tengah pandemi Covid-19,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Ambon Kota Musik Ronny Loppies menambahkan, pihanya berupaya membangun terobosan baru dalam pariwisata Indonesia.
“Kita ingin branding apa yang dilakukan pariwisata musik atau musik tourisen untuk Indonesia, karena kita sudah dilaunching oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tanggal 31 oktober menyangkut pariwisata kita bertemakan musik karena, kita sudah menjadi Ambon sebagai Kota Musik Dunia,” tuturnya.
Dia mengakui, dalam wisata tematik kita tidak dapat mengandalkan objek wisata karena, kita lebih banyak bicara tentang atraksi wisata. Apabila lanjut dia, atraksi wisata lebih dinamis dan sangat kontekstual dengan kota kreatif berbasis musik itu adalah pemahaman yang dilakukan.
“Kita berupaya memikirkan musik tourisen karena itu, kita akan membangun infrastruktur yang berwawasan lingkungan, karena Ambon merupakan kota kecil sehingga, dibutuhkan partisipasi pemerintah dalam mendukung branding Ambon sebagai Kota Musik Dunia,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Kordinator pemandu wisata Morena Glowi Tuhuteru mengakui, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada para pemandu wisata untuk melihat lebih jauh tentang tehnik yang mereka miliki
“Kalau materi untuk para pemandu wisata itu kita kasih informasi terdiri dari transportasi perhotelan dan destinasi wisata, namun kita ingin memberikan edukasi untuk mengenal lebih dalam tentang Ambon Kota Musik Dunia,” ucapnya.( BN-02)






