Semua Pemuda INDONESIA Mesti Sadar Nilai Luhur PANCASILA

hari%2Bkesatian%2BPANCASILA
Erick Dahaklory

Ambon, Bedah Nusantara.com: Memasuki usia yang 70 tahun hari kelahiran Pancasila yang jatuh pada Senin (01/6).

Tentu hal ini bukanlah perkara yang mudah. manakala kita kembali melihat kepada catatan sejarah bangsa ini, begitu banayak perjuangan dan pengorbanan yang harus di korbankan demi mencapai apa yang saat ini kita nikmati.

Hal tersebut disampaikan Erick Dahoklory yang juga dalam hal ini sebagai Ketua Komisariat UKIM GMNI cabang Ambon, kepada Bedah Nusantara.com Via telephone selulernya Minggu (30/5).

Dijelaskan Erick, Pancasila, yang menjadi Idiologi dan landasan berpijak bagi bangsa Indonesia, terlahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa, yang telah mengabdikan seluruh hidupnya demi dan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh tumpah darah Indonesia.

Dan jika kita hitung di dalam perjalanan bangsa Indonesia, tentunya usia 70 Tahun bukanlah usia yang muda, namun telah pencapai usia yang dapat dikatakan tua.

Akan tetapi masih bengitu banyak, impian dari para pendiri bangsa lewat Idiologi Pancasila yang belum mampu diwujudkan oleh penerus bangsa ini.

Diungkapkannya, masih banyak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bertanah air, yang tercerai berai dan porak poranda, akibat dari keserakahan, korupsi, tindak pidana melanggar hukum, banyak pula generasi muda yang kehilangan jati dirinya sebagai generasi penerus bangsa,banyak pemuda yang akhirnya harus terjerumus dalam kehidupan yang jauh dari harapan Pancasila itu sendiri.

Padahal bila dilihat kembali, dalam pidato Bung Karno yang disampaikan pada bulan Mei 1958, pancasila sebagai alat pemersatu bagsa Indonesia dari sabang sampai Marauke, sehingga perlu disatukan diatas suatu pondasi atau dasar Negara.

Erick menambahkan, dalam perjalanan sejarah Indonesia, tercatat banyak kali Pancasila tidak luput dari tantangan berbagai ideologi baru yang coba dilahirkan demi mengubah Idiologi bangsa ini, akan tetapi Pancasila telah teruji kekokohannya dari upaya-upaya yang hendak merongrong, merubah dan bahkan yang hendak meruntuhkan ideologi pancasila sebagai dasar falsafah NKRI.

Sebagai Dasar Hidup, nilai-nilai Pancasila telah menjamin kehidupan tanpa diskriminasi, tanpa membedakan suku dan agama dan tidak memberi peluang bagi tindakan diskriminasi kelompok yang kuat terhadap yang lemah.

Erick berharap, saling menghargai dan menghormati menjadi dasar etika dalam menjaga kehidupan bersama, melihat kondisi keberagaman masyarakat Indonesia yang disadari sejak awal pendirian Republik Indonesia melalui kesepakatan para Founding Father yang menjadikan Pancasila sebagai titik temu identitas kolektif bangsa, dan sebagai dasar Negara Republik Indonesia, Pancasila mendasari seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia dan jalannya Negara Indonesia.

Pemuda sebagai pilar terakhir dalam pembangunan bangsa saat ini,perlu melihat hal ini, serta perlu adanya upaya penguatan kesadaran dan kesetiaan serta kebanggaan terhadap idiologi bangsa ini.

Agar supayah pemuda dan seluruh generasi muda yang ada di Indonesia mampu menciptakan generasi penerus yang terus mencintai dan mempertahankan ideologi yang kokoh dari sejarah bangsa Indonesia dan bukan dari bangsa lain atau ideologi manapun yang tidak sesuai yang bukan lahir dari bangsa Indonesia.

“Olehnya segenap elemen pemuda perlu memiliki satu kesamaan pendapat dan visi serta misi, dalam rangka membawa perubahan bagi bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan berdasarkan dengan kontekstualitas yang terjadi di bangsa Indonesia saat ini”.Imbuhnya Semua Pemuda INDONESIA Mesti Sadar Nilai Luhur PANCASILA

Ambon, Bedah Nusantara.com: Memasuki usia yang 70 tahun hari kelahiran Pancasila, tentu hal ini bukanlah perkara yang mudah. manakala kita kembali melihat kepada catatan sejarah bangsa ini, begitu banayak perjuangan dan pengorbanan yang harus di korbankan demi mencapai apa yang saat ini kita nikmati.

Hal tersebut disampaikan Erick Dahoklory yang juga dalam hal ini sebagai Ketua Komisariat UKIM GMNI cabang Ambon, kepada Bedah Nusantara.com Via telephone selulernya Minggu (30/5).

Dijelaskan Erick, Pancasila, yang menjadi Idiologi dan landasan berpijak bagi bangsa Indonesia, terlahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa, yang telah mengabdikan seluruh hidupnya demi dan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh tumpah darah Indonesia.

Dan jika kita hitung di dalam perjalanan bangsa Indonesia, tentunya usia 70 Tahun bukanlah usia yang muda, namun telah pencapai usia yang dapat dikatakan tua.

Akan tetapi masih bengitu banyak, impian dari para pendiri bangsa lewat Idiologi Pancasila yang belum mampu diwujudkan oleh penerus bangsa ini.

Diungkapkannya, masih banyak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bertanah air, yang tercerai berai dan porak poranda, akibat dari keserakahan, korupsi, tindak pidana melanggar hukum, banyak pula generasi muda yang kehilangan jati dirinya sebagai generasi penerus bangsa,banyak pemuda yang akhirnya harus terjerumus dalam kehidupan yang jauh dari harapan Pancasila itu sendiri.

Padahal bila dilihat kembali, dalam pidato Bung Karno yang disampaikan pada bulan Mei 1958, pancasila sebagai alat pemersatu bagsa Indonesia dari sabang sampai Marauke, sehingga perlu disatukan diatas suatu pondasi atau dasar Negara.

Erick menambahkan, dalam perjalanan sejarah Indonesia, tercatat banyak kali Pancasila tidak luput dari tantangan berbagai ideologi baru yang coba dilahirkan demi mengubah Idiologi bangsa ini, akan tetapi Pancasila telah teruji kekokohannya dari upaya-upaya yang hendak merongrong, merubah dan bahkan yang hendak meruntuhkan ideologi pancasila sebagai dasar falsafah NKRI.

Sebagai Dasar Hidup, nilai-nilai Pancasila telah menjamin kehidupan tanpa diskriminasi, tanpa membedakan suku dan agama dan tidak memberi peluang bagi tindakan diskriminasi kelompok yang kuat terhadap yang lemah.

Erick berharap, saling menghargai dan menghormati menjadi dasar etika dalam menjaga kehidupan bersama, melihat kondisi keberagaman masyarakat Indonesia yang disadari sejak awal pendirian Republik Indonesia melalui kesepakatan para Founding Father yang menjadikan Pancasila sebagai titik temu identitas kolektif bangsa, dan sebagai dasar Negara Republik Indonesia, Pancasila mendasari seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia dan jalannya Negara Indonesia.

Pemuda sebagai pilar terakhir dalam pembangunan bangsa saat ini,perlu melihat hal ini, serta perlu adanya upaya penguatan kesadaran dan kesetiaan serta kebanggaan terhadap idiologi bangsa ini.

Agar supayah pemuda dan seluruh generasi muda yang ada di Indonesia mampu menciptakan generasi penerus yang terus mencintai dan mempertahankan ideologi yang kokoh dari sejarah bangsa Indonesia dan bukan dari bangsa lain atau ideologi manapun yang tidak sesuai yang bukan lahir dari bangsa Indonesia.

“Olehnya segenap elemen pemuda perlu memiliki satu kesamaan pendapat dan visi serta misi, dalam rangka membawa perubahan bagi bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan berdasarkan dengan kontekstualitas yang terjadi di bangsa Indonesia saat ini”.Imbuhnya (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan