Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia kembali ditegaskan melalui peluncuran Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Elim di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kota Ambon, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Ambon, Lisa Wattimena, bersama perangkat desa, kader PKK, serta masyarakat setempat.
Dalam wawancara usai kegiatan, Lisa Wattimena menekankan bahwa kehadiran Sekolah Lansia bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah langkah nyata dalam memberikan ruang belajar sepanjang hayat bagi para lansia. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai kebutuhan lansia, baik dari sisi kesehatan, sosial, mental, maupun spiritual.
Menurutnya, lansia merupakan kelompok yang memiliki kekayaan pengalaman hidup yang tidak ternilai. Oleh karena itu, mereka tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan sebagai aset keluarga dan masyarakat yang harus terus diberdayakan.
“Melalui sekolah lansia ini, kita ingin para lansia tetap memiliki semangat hidup, merasa dihargai, serta mampu berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ungkap Lisa.
Ia juga menambahkan bahwa dalam Sekolah Lansia, para peserta akan mendapatkan berbagai materi pembelajaran, mulai dari pola hidup sehat, pengelolaan emosi, penguatan spiritual, hingga aktivitas sosial yang mendorong interaksi dan kebersamaan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih mandiri, produktif, dan bahagia.
Lebih lanjut, Lisa menegaskan bahwa program Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan keluarga yang berketahanan. Program ini tidak hanya berfokus pada lansia itu sendiri, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai pendamping utama dalam menjaga kesejahteraan mereka.
“Peran keluarga sangat penting. Lansia membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Ketika keluarga hadir, maka kualitas hidup lansia juga akan meningkat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah lansia, di mana para orang tua dapat tetap merasa aman, nyaman, dan dihargai. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Suasana peluncuran Sekolah Lansia BKL Elim berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para lansia yang hadir tampak bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan, yang diisi dengan sosialisasi program, interaksi bersama, hingga sesi edukasi ringan. Bagi mereka, program ini menjadi kesempatan baru untuk tetap aktif, belajar hal-hal baru, serta memperluas pergaulan di usia lanjut.
Salah satu peserta lansia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hadirnya program tersebut. Ia menilai Sekolah Lansia memberikan harapan baru bagi para orang tua untuk tidak merasa sendiri dan tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat.
Dengan diresmikannya Sekolah Lansia BKL Elim di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kota Ambon, diharapkan program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Kehadiran program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kelompok lanjut usia. (BN Grace)





