SD Negeri 47 Ambon Dorong Inovasi Pendidikan, Masih Hadapi Kendala Fasilitas

IMG 20250923 WA0015 scaled

 

AMBON, BEDAHNUSANTARA.COM – SD Negeri 47 Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis. Mulai dari pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), pengembangan pembelajaran digital bersama mitra eksternal, hingga dukungan terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Namun, keterbatasan sarana prasarana masih menjadi tantangan utama.

Kepala SD Negeri 47 Ambon, Endang B. Saiya, S.Pd, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ANBK di sekolahnya sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, perangkat komputer yang tersedia masih belum memadai.

“Di sekolah kami hanya ada 16 unit komputer atau krombuk. Jumlah itu jelas belum mencukupi untuk kebutuhan ANBK. Padahal asesmen ini butuh perangkat yang memadai agar berjalan lancar,” ujar Kepala SD Negeri 47 Ambon, Endang B. Saiya, S.Pd, saat di wawancarai di ruah kerjanya, Selasa (23/9/2025)

Ia berharap Pemerintah Kota Ambon dan Dinas Pendidikan bisa lebih memperhatikan pemerataan bantuan fasilitas digital, sehingga sekolah-sekolah yang masih kekurangan perangkat bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

“Masih ada sekolah yang sangat minim fasilitas, tapi ada juga yang berulang kali mendapat bantuan. Jadi penting sekali ada pemerataan berdasarkan data kebutuhan sekolah,” tambahnya.

Selain fokus pada ANBK, SD Negeri 47 Ambon kini juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Arika Mahina dalam program pembelajaran digital Sekolah Enuma. Sayangnya, sekolah belum memiliki tablet untuk mendukung kegiatan tersebut. Untuk sementara, pihak sekolah terpaksa meminjam tablet dari yayasan agar kegiatan tetap berjalan.

“Program ini sangat baik untuk melatih keterampilan digital siswa. Tapi tanpa tablet sendiri, kami belum bisa maksimal. Harapan kami, ada dukungan fasilitas supaya kegiatan ini berkelanjutan,” jelas Endang.

Tidak hanya itu, SD Negeri 47 Ambon juga bekerja sama dengan Program Studi Bahasa Inggris guna memperkuat kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui kegiatan English Club. Program ini pun membutuhkan dukungan perangkat digital seperti krombuk, yang hingga kini masih terbatas.

“Kami ingin anak-anak punya pengalaman lebih luas lewat English Club, tapi lagi-lagi kendalanya ada di sarana,” tutup Endang. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan