Rutan Ambon Kembangkan Budidaya Lele dan Ayam Kampung, Libatkan Masyarakat dalam Ketahanan Pangan

IMG 6672 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengembangan sektor ketahanan pangan. Selain budidaya hidroponik yang telah berjalan sebelumnya, Rutan Ambon kini mengembangkan budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan pengembangan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026).

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Meta menjelaskan, selama ini kegiatan pembinaan kemandirian di Rutan Ambon masih berfokus pada budidaya hidroponik. Namun, pihaknya berupaya menambah jenis kegiatan agar warga binaan memiliki lebih banyak pilihan keterampilan yang dapat dikembangkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kita terus berupaya mengembangkan kemampuan warga binaan. Apa yang mereka bisa dan apa yang dapat mereka lakukan, itu akan kita fasilitasi supaya keterampilan mereka semakin berkembang,” ujarnya.

Salah satu program yang telah direalisasikan adalah budidaya ikan lele. Rutan Ambon telah menaburkan sebanyak 2.000 bibit ikan lele di lingkungan rutan. Selain itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar melalui penyewaan lahan atau tempat untuk mengembangkan budidaya dengan tambahan 5.000 bibit ikan lele.

Dengan demikian, total bibit ikan lele yang dikembangkan melalui program tersebut mencapai 7.000 ekor.

Menurut Meta, keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pembinaan. Rutan Ambon tidak hanya ingin memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

“Kita bukan hanya mengembangkan kemandirian di dalam rutan, tetapi juga ingin memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Dengan kerja sama ini, masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari program pembinaan yang kita jalankan,” jelasnya.

Kegiatan penaburan bibit ikan lele tersebut juga dilaksanakan bersama Kepala Kantor Wilayah beserta jajaran Kantor Wilayah, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

Selain budidaya ikan lele, Rutan Ambon juga mulai mengembangkan peternakan ayam kampung untuk menghasilkan telur.

Meta mengatakan, gagasan tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat selama berada di Ambon. Ia mengaku cukup sulit menemukan penjual telur ayam kampung di sejumlah wilayah yang dikunjunginya.

Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya bersama jajaran untuk mengembangkan peternakan ayam kampung sebagai salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang memiliki peluang ekonomi.

“Saya melihat selama berkeliling di daerah Waiheru maupun sejumlah wilayah di Kota Ambon, cukup jarang menemukan penjual telur ayam kampung. Dari situ muncul ide bersama jajaran untuk mengembangkan peternakan ayam kampung, sehingga kita bisa menghasilkan produk yang masih jarang ditemukan di masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, pengembangan peternakan tersebut nantinya dapat menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam mengelola usaha peternakan, mulai dari pemeliharaan hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Program ini sekaligus diharapkan membuka peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan usaha produktif sebagai bekal ketika selesai menjalani masa pidana.

Dukung Asta Cita Presiden dan Program Kementerian

Meta menegaskan, pengembangan budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada aspek pengembangan ketahanan pangan.

Karena itu, pihaknya akan terus mengevaluasi dan menambah kegiatan pembinaan berdasarkan potensi serta keterampilan yang dimiliki warga binaan.

Menurutnya, warga binaan memiliki latar belakang dan kemampuan yang beragam. Ada yang memiliki pengalaman sebagai petani, pekerja bangunan, maupun bidang keterampilan lainnya. Potensi tersebut akan diakomodasi agar dapat dikembangkan melalui program pembinaan yang sesuai.

“Kita melihat kemampuan masing-masing warga binaan. Ada yang berlatar belakang petani, ada yang memiliki keterampilan pertukangan. Semua itu akan kita akomodasi agar ilmu dan kemampuan mereka semakin berkembang,” katanya.

Untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, Rutan Ambon juga menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Maluku guna memberikan pelatihan keterampilan yang dilengkapi sertifikat.

Melalui pelatihan tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman selama menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki bukti kompetensi yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat.

Perkuat Pelayanan Publik dan Berantas Pungli

Di sisi lain, Meta menegaskan bahwa pembenahan Rutan Ambon tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia memastikan seluruh layanan yang diberikan kepada masyarakat maupun warga binaan harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tanpa pungutan liar (pungli) maupun praktik lain yang bertentangan dengan ketentuan.

Layanan kunjungan hingga layanan hak-hak warga binaan menjadi bagian yang terus diperhatikan. Pihaknya juga aktif menyosialisasikan kepada warga binaan dan keluarga mereka bahwa seluruh layanan di Rutan Ambon diberikan secara gratis.

“Kita terus memperbaiki pelayanan semaksimal mungkin. Saya selalu tekankan bahwa pelayanan di Rutan Ambon harus berjalan sesuai SOP dan tidak boleh ada pungli. Seluruh layanan, mulai dari kunjungan hingga layanan hak warga binaan, semuanya gratis,” tegasnya.

Meta juga mengajak keluarga warga binaan untuk tidak ragu menyampaikan kritik, saran, maupun pengaduan apabila menemukan kendala atau dugaan penyimpangan dalam pelayanan.

Menurutnya, keterbukaan terhadap pengaduan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan yang lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab.

Terapkan Reward bagi Pegawai Berprestasi

Untuk mendukung pembenahan internal, Meta turut mendorong perubahan pola kerja pegawai melalui penguatan disiplin, profesionalisme, serta pendekatan humanis terhadap warga binaan dan masyarakat.

Ia mengaku terus mengingatkan jajarannya dalam setiap apel pagi agar bersama-sama membangun kembali citra Rutan Ambon melalui kinerja yang baik dan pelayanan yang profesional.

“Saya selalu sampaikan kepada jajaran bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Karena itu, bekerjalah dengan baik sesuai SOP, tanpa pungli, dan yang paling penting harus humanis kepada siapa pun, baik warga binaan maupun keluarga mereka,” ujarnya.

Sebagai bentuk motivasi, Meta juga menerapkan program penghargaan pegawai teladan setiap bulan. Melalui program tersebut, pejabat terkait melakukan penilaian terhadap pegawai yang menunjukkan prestasi, dedikasi, dan kinerja lebih baik.

Pegawai yang terpilih akan memperoleh sertifikat penghargaan serta apresiasi tambahan sebagai bentuk pengakuan atas kinerjanya.

Ia berharap, pemberian penghargaan tersebut dapat mendorong seluruh pegawai untuk meningkatkan kualitas kerja, membangun persaingan yang sehat, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Meta menegaskan, pembinaan warga binaan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembenahan pelayanan publik akan terus menjadi perhatian Rutan Ambon.

Melalui berbagai langkah tersebut, Rutan Ambon diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih produktif, memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan