Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Ambon International Music Festival (AIMF) 2026 menjadikan pendidikan musik sebagai fokus utama penyelenggaraan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026. Mengusung tema Music for Education, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pembelajaran musik di sekolah sekaligus mempertahankan identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronnie Loppies, mengatakan pendidikan musik merupakan bagian penting dalam menjaga pengakuan UNESCO terhadap Ambon sebagai kota kreatif di bidang musik. Menurutnya, identitas tersebut tidak cukup dipertahankan melalui pertunjukan, tetapi harus ditopang oleh pendidikan dan pengembangan kreativitas generasi muda secara berkelanjutan.
“Melalui tema ini, kita ingin mempertegas bahwa Ambon mendapatkan pengakuan karena kekuatan pendidikan musiknya. Identitas itu harus terus dijaga, terutama melalui upaya mengembangkan musik untuk pendidikan,” ujar Ronnie saat diwawancarai di Balai Kota Ambon, Kamis (29/10/2026).
Salah satu agenda utama AIMF 2026 adalah resital kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional yang melibatkan 13 sekolah di Kota Ambon. Peserta berasal dari berbagai kategori sekolah, mulai dari sekolah percontohan, sekolah inklusif, hingga jenjang sekolah menengah atas.
Sejumlah sekolah yang dijadwalkan berpartisipasi di antaranya SMA Kristen, SMA Negeri 1 Ambon, dan SMK Negeri 7 Ambon. Secara keseluruhan, jumlah peserta dalam kegiatan tersebut diperkirakan melampaui 300 siswa.
Keterlibatan ratusan pelajar ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kekayaan musik tradisional Maluku. Melalui pembelajaran yang kreatif, siswa tidak hanya diperkenalkan pada teknik bermusik, tetapi juga didorong untuk memahami musik sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Ronnie menjelaskan, dalam proses penciptaan karya, para siswa akan mengeksplorasi bunyi-bunyian alam serta mengangkat legenda sebagai sumber inspirasi. Pendekatan tersebut dirancang untuk memperluas cara pandang siswa dalam memahami musik dan menghasilkan karya yang memiliki karakter tersendiri.
Selain itu, siswa juga didorong menciptakan notasi musik sendiri. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berpusat pada penggunaan notasi balok, tetapi turut memberi ruang bagi kreativitas, kepekaan pendengaran, serta kemampuan berekspresi.
Menurut Ronnie, pendekatan pembelajaran seperti ini penting agar pendidikan musik tidak berhenti pada penguasaan teori. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk bereksperimen, menemukan bunyi, dan mengolah ide menjadi karya yang dapat ditampilkan di hadapan publik.
Selain resital pelajar, AIMF 2026 juga menghadirkan Music and Cities Forum serta pertunjukan musik yang melibatkan musisi lokal, nasional, dan internasional. Ketiga agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan pendidikan, pertukaran gagasan, dan pertunjukan dalam satu rangkaian festival.
Melalui penyelenggaraan AIMF 2026, AMO berharap pendidikan musik semakin mendapat tempat dalam pembangunan sumber daya manusia di Ambon. Festival ini juga diharapkan memperkuat keberlanjutan identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia melalui keterlibatan aktif sekolah dan generasi muda. (BN Grace)









