Rovik Tantang Wamen, Tidak PHP Proyek Jalan Lingkar Ambon

Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin. Foto : Ist

AMBON, Bedahnusantara.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin menantang Wakil Menteri (Wamen) Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, untuk tidak PHP (Pemberi Harapan Palsu) atas partisipasinya program Jalan Lingkar Ambon yang dijanjikan bakal jadi prioritas.

Kepada wartawan, Sabtu (21/6), Rovik menyambut baik komitmen tersebut. Namun Ia menegaskan bahwa janji pemerintah pusat harus dibuktikan dengan realisasi nyata. Dan bukan sekadar wacana untuk memastikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Maluku.

Anggota Komisi III DPRD Maluku ini menilai, masyarakat Maluku sering mendengar janji pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat. Naasnya, kerap berakhir tanpa tindak lanjut.

“Yang penting itu realisasi. Jangan sampai cuma janji-janji dari pusat, tapi ujung-ujungnya tidak ada apa-apa. Kalau memang direncanakan, ya harus dilakukan,” tantang Rovik.

Sekretaris DPW PPP Maluku ini menambahkan, pembangunan jalan lingkar Pulau Ambon memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Terutama dalam memfasilitasi transportasi barang dan jasa, meningkatkan akses pasar, serta mendukung sektor pariwisata dan perdagangan.

Dia juga menekankan, proyek tersebut harus dirancang dengan cermat agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

“Kalau memang pembangunan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, tidak masalah. Tapi jangan sampai justru mengganggu kehidupan masyarakat,” pesannya.

Mantan anggota DPRD Kota Ambon dua periode ini juga meminta, agar pemerintah pusat memastikan bahwa perencanaan proyek jalan lingkar Ambon dikonsultasikan dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan di Maluku.

Ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan budaya dari pembangunan infrastruktur tersebut.

“Proyek ini harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, bukan hanya kepentingan pusat. Kami ingin pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Rovik berharap, komitmen Wamen PPN/Bappenas dapat segera diwujudkan melalui alokasi anggaran yang jelas, jadwal pelaksanaan yang terukur, serta koordinasi yang erat dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon.

Untuk diketahui, pernyataan Wamen PPN/Bappenas ini muncul dalam kunjungan kerja ke Maluku beberapa waktu lalu.

Dimana, Wamen menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah Timur Indonesia, termasuk jalan lingkar Ambon, menjadi salah satu prioritas Bappenas untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan