![]() |
| Ribuan Guru Di Maluku Siap Ikut Penyetaraan S1 |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Sebanyak 4.151 tenaga guru di Provinsi Maluku dipastikan siap untuk mengikuti avirmasi atau program kesetaraan yang diperuntukan bagi guru-guru yang belum memiliki ijasah S1.
“Berdasarkan hasil validasi, data pasti yang kami dapat hingga saat ini, tercatat hanya 4151 yang akan mengikuti avirmasi. Dimana nantinya, guru-guru tersebt akan melanjutkan studi mereka dengan bantuan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan waktu studi selama 2 tahun pelajaran. “kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio kepada wartawan saat melakukan konfrensi pers di ruang rapat Kantor PDK Maluku, Jumat (16/10).
Dikatakan, dari jumlah tersebut kurang lebih 12 ribu guru di Maluku terancam dinonaktifkan dari tugas fungsional. Berdasarkan data yang dirampung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, hingga saat ini sebanyak 16 ribu guru belum memenuhi kualifikasi status pendidkian strata satu (S1).
Saat ditanya mengenai standar khusus dalam menentukan avirmasi bagi para guru, Thio menjelaskan, tidak ada standar apapun terkait dengan avirmasi baik menyangkut ketentuan usia, status kepegawaian dan tenaga honorer.
“Nantinya para guru yang akan melakukan avirmasi tidak akan diobatasi dengan ketentuan usia, stats kepegawaian maupun tenaga honorer dsan berbagai klasifikasi lainnya,”akunya.
Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 2015 tentang guru dan dosen, pemerintah memberi batas waktu sampai dengan akhir tahun 2015 untuk memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam juknis, dengan demikian bagi guru yang belum memenuhi standarisasi kualifikasi akan dinonaktifkan dari tugas fungsional dan dialihkan ke fungsi struktural.
“Dari hasil koordinasi Gubernur danm Mendibd Beserta jajarannya, Maluku diberi perlakuan khusus kepada seluruh guru yang belum memenuhi kualifikasi akaddemik. Kebijakan yang diberikan oleh Mendikbud adalah dengan melakukan avirmasi guru.” Paparnya
Ditambahkannya, sampai saat ini. Dinas pendidikan telah memasuki tahapan validasi data, Validasi data dilakukan dengan kerjasama kabupaten/kota dan perguruan tinggi yakni Universitas pattimura dan Universitas Terbuka. (BN-08)
