![]() |
| Ilustrasi Peresmian Oleh Walikota Ambon |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Walikota Ambon Richard Louhenapessy hari ini Rabu (27/1) meresmikan kantor Dinas Pendidikan Kota Ambon dalam rangkan peningkatan mutu pendidikan di Kota berjuluk Ambon Manise ini.
Menjawab kebutuhan pelayanan yang prima khusus dibidang pendidikan, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pekerjaan Umum kota Ambon membangun kantor Dinas Pendidikan yang berlokasi di jalan Wolter Monginsidi, Lateri samping SMA N 5 Ambon.
Bangunan Kantor yang menghabiskan anggaran 5 miliar lebih ini diresmikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Rabu (27/1) dihadiri seluruh komponen sekolah dari tingkat TK sampai SMU.
Louhenapessy dalam sambutannya mengkritik kinerja staf dinas pendidikan yang berlagak pejabat sehingga mengabaikan tugas pokok sebagai pelayan. “Alasan pelayanan kepada masyarakat yang membuat kita berinsiatif membangun kantor representatif yang diharapkan berdampak pada pelayanan dan kualitas pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Ambon”. jelasnya
Dikatakan Louhenapessy,jangan sampai tugas pokok melayani masyarakat diabaikan hanya karena keegoisan. Idealnya seluruh SKPD berada pada satu wilayah terpusat untuk memudahkan segi pelayanan namun dikarenakan tata ruang kota yang tidak memungkinkan sehingga kantor dindik dibangun di lokasi dindik yang lama.
“Salah satu indikator masyarakat maju yakni semakin hebatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki satu kata kunci Sumber Daya Manusia. Majunya iptek tanpa SDM yang memadai tak akan maksimal. SDM yang baik juga harus ditunjang sarana prasarana maupun iklim yang kondusif dalam rangka pelayanan,” ungkapnya.
Dijelaskan, salah satu persoalan yang masih dihadapi pemkot yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang belum memiliki kantor representatif sementara banyak kebutuhan pelayanan mendesak yang harus diselesaikan.
“Kita akan upayakan kantor capil karena biar bagaimanapun ruangan yang baik menjadi penunjang pelayanan publik yang baik pula. Seluruh staf harus merubah paradigma pelayanan sehinga publik tidak lagi komplain,” katanya.
Selain itu, politisi partai Golkar ini juga mengkritik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Ambon. Badan yang dikomando Dominggus Matulapelwa ini ditudingnya tak memiliki perencanaan yang baik sehingga kebutuhan masyarakat sering tak tersentuh.
“Bapedda buat perencanaan berdasarkan keinginan sehingga tidak berdampak ekonomis. Manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” protesnya.
Dirinya berharap semua stakeholder dapat bekerja sesuai tupoksi sehingga dampak pelayanan publik yang maksimal dapat dirasakan oleh masyarakat luas. (BN-04)
