Maluku,Bedahnusantara.com: Pandemi Covid-19 di Provinsi Maluku hingga kini masih menunjukan trand peningkatan, dan semakin hari semakin bertambah pasca ditemukannya kalster baru pada tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemrintah Provinsi Maluku lewat Rapid Antigen.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media bedahnusantara.com, bahwa telah terdapat sebanyak 42 orang dari 3.593 Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Pemerintah Provinsi Maluku dinyatakan positif reaktif Covid-19, atau terinfeksi virus Corona pascamengikuti tes cepat antigen dalam sepekan terakhir.
“ hingga kini tercatat sudah 3.593 ASN yang mengikuti tes cepat antigen dalam lima hari terakhir. 42 orang hasilnya dinyatakan posisitf reaktif Covid-19 dan diwajibkan menjalani tes Swab PCR,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Maluku Adonia Rerung, di Ambon, Rabu.
Diungkapkan oleh Rerung, tes cepat antigen yang diwajibkan kepada seluruh ASN, termasuk wartawan yang bertugas di kantor Gubernur Maluku, dan hal ini telah dimulai sejak 21 Januari 2021 yang diikuti 500 ASN dan hasilnya terdapat lima orang ASN yang terkonfirmasi rekatif Covid-19.
” Sedangkan pada 22 Januari test yang diikuti 860 ASN lingkup Provinsi ini berlangsung pada tiga lokasi berbeda yakni; Kantor Gubernur, halaman Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Waihaong dan kantor Dinas Kesehatan Maluku di Karang Panjang, yang mana hasilnya terdapat 10 ASN dinyatakan positif reaktif Covid-19,” Jelasnya.
Untuk pelaksanaan di kantor Gubernur Maluku test tersebut diikuti 435 orang ASN yang mana terdapat empat orang dinyatakan positif reaktif Covid-19, sedangkan di DKP Waihaong diikuti oleh 121 orang ASN dan empat orang juga dinyatakan positif reaktif Covid-19, sedangkan di kantor Dinkes dari 304 orang ASN yang ikut test dua orang yang dinyatakan hasilnya positif reaktif Covid-19.
Lebih lanjut dijelaskannya, pada hari ketiga tes cepat antigen diikuti oleh 1.047 ASN yang tersebar di kantor Gubernur 396 orang ASN, DKP Waihaong 299 orang ASN dan 352 orang ASN di kantor Dinkes 10 Orang ASN, dan hasilnya terdapat 10 orang ASN yang terkonfirmasi reaktif Covid-19.
Untuk hari ke empat pada 25 Januari test tersebut diikuti oleh 671 orang ASN, dengan rincian sebanyak 348 orang ASN di kantor Gubernur dan hasilnya terdapat 10 orang yang dinyatakan positif reaktif Covid-19, sedangkan 108 orang ASN mengikuti test di DKP Waihaong serta 215 orang ASN di kantor Dinkes Prov Maluku dan tiga orang ASN dinyatakan hasilnya positif reaktif Covid-19.
Pada “Hari ini (Selasa) 26/01/2021 hanya 515 orang ASN yang mengikuti test Rapid Antigen dan empat orang ASN dinyatakan positif reaktif Covid-19,” ujar Rerung.
Jadi rinciannya sebanyak 260 orang ASN yang tercatat mengikuti tes cepat antigen di halaman kantor Gubernur, 194 orang ASN di kantor DKP Waihaong dan 61 orang ASN lainnya di kantor Dinkes Maluku.
Empat kasus positif masing-masing dua ASN yang mengikuti tes cepat antigen di DKP Waihaong dan kantor Dinkes. “Seluruh ASN yang hasil tes cepat antigen dinyatakan positif reaktif Covid-19, telah menjalani tes Swab PCR di kantor Dinkes Maluku, tetapi hasilnya belum diperoleh,” terangnya.
Dia menambahkan, tes cepat antigen di wajibkan untuk seluruh ASN di lingkup dinas, badan dan biro lingkup Pemprov Maluku, termasuk wartawan, guna menekan penyebaran kasus COVID-19 di perkantoran.
Sedangkan data Satgas COVID-19 Maluku akumulasi kasus terkonfirmasi di Maluku hingga Selasa (26/1) tercatat sebanyak 6.316 kasus, di mana 5.366 orang dinyatakan sembuh, 95 orang meninggal dan sisanya 855 orang masih dalam perawatan.(BN-04)






