Ambon, Bedahnusantara.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ini adalah organisasi independen non-partisan yang menghimpun para pengusaha muda di Indonesia, bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mendorong pembangunan ekonomi nasional.
HIPMI didirikan pada tanggal 10 Juni 1972, dengan tujuan utama untuk mencetak kaderisasi wirausaha dan mengubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha. HIPMI memiliki jaringan Badan Pengurus Daerah di 34 provinsi dan Badan Pengurus Cabang di 431 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
HIPMI berperan penting dalam mendorong semangat kewirausahaan yang aktif dalam menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan pemuda. HIPMI telah berhasil melahirkan banyak tokoh pengusaha muda yang berkiprah di kancah nasional maupun internasional.
HIPMI berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai pilar utama pembangunan ekonomi. HIPMI juga bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Zeth Pormes, S.Sos salah satu anggota Komisi I DPRD Kota Ambon dari fraksi Golkar menyampaikan apresiasi untuk musyawarah Daerah (musdha) BPD HIPMI Maluku ke 12 yang diselenggarakan Di Kota Ambon.
“Musyawarah daerah (Musdha) ke 12 merupakan momentum yang bisa mengkonsulidasikan ulang organisasi HIPMI terutama pengusaha muda dimaluku lebih khusus di kota Ambon,” ungkapnya saat di wawancarai wartawan Bedahnusantara.com usai acara pembuka Musdah Di Hotel Santika Ambon, Senin (23/6/2025).
Pormes mengakui, HIPMI merupakan salah satu peluang untuk anak-anak muda Kota Ambon dapat terjun dalam dunia usaha mengingat pengetahuan tentang usaha itu sangat minim sehingga kita harapkan HIPMI kali ini bisa memberikan edukasi go to campus dan go to school seperti dulu.
“Untuk membangkitkan dan mempersiapkan generasi muda kita di Kota Ambon untuk siap terjun ke dunia usaha. Itu mulai dari tingkat SMA sampai ke jenjang tingkat kuliah sehingga generasi muda Kota Ambon bisa tampil dan terjun di dunia usaha bukan hanya menjadi PNS,” jelasnya.
Pormes menambahkan, jika dalam sebuah kota anak muda sebanyak 30% saja mau menjadi pengusaha muda Maka itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari satu daerah.
“Jika masyarakat 30% saja itu bergelut dalam dunia usaha maka pertumbuhan ekonomi dari kota itu akan maju kedepan. Nah kita harapkan dari forum Musdah ini bisa melahirkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kota Ambon kedepannya dan mendukung pemerintah kedepannya,” tutupnya. ( BN Grace )






