Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini berdampak signifikan terhadap aktivitas penangkapan ikan di Kota Ambon. Kondisi tersebut bahkan memaksa sebagian nelayan tidak melaut sama sekali, sehingga berpengaruh langsung terhadap pendapatan dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga.
Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudya Simatauw, S.Pi, menjelaskan bahwa kondisi ini sebenarnya telah diantisipasi oleh sebagian nelayan dengan memilih alternatif mata pencaharian lain. “Pada musim cuaca buruk seperti ini, nelayan beralih sementara ke pekerjaan lain, seperti bercocok tanam, bekerja sebagai tukang batu, tukang bangunan, bahkan menjadi ojek, demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ungkapnya saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (10/2/2026).
Menurut Henly, perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi sektor perikanan ke depan. Oleh karena itu, Dinas Perikanan Kota Ambon telah menyiapkan berbagai program kegiatan yang bertujuan membantu nelayan beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Selain faktor cuaca, keterbatasan sarana penangkapan ikan juga menjadi persoalan utama nelayan. Ia mengakui bahwa kebutuhan alat tangkap nelayan sangat tinggi, sementara anggaran yang tersedia masih terbatas. “Untuk tahun 2026, melalui Program Peningkatan Perikanan Tangkap, kami melaksanakan pengadaan mesin motor tempel sebanyak tiga unit yang diperuntukkan bagi nelayan kecil,” jelasnya.
Henly menegaskan, agar bantuan tersebut tepat sasaran, penetapan penerima dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. “Pemberian bantuan sarana penangkapan ikan dilakukan melalui SOP yang jelas, sehingga benar-benar diterima oleh nelayan yang membutuhkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Dinas Perikanan Kota Ambon juga melakukan evaluasi terhadap fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada tahun 2026. Evaluasi tersebut meliputi penyediaan sarana TPI, serta penataan alur distribusi dan pelayanan melalui Peraturan Wali Kota Ambon, guna meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan hasil tangkapan nelayan.
Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, Henly menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong keseimbangan antara eksploitasi sumber daya ikan dan perlindungan ekosistem laut. “Kami melakukan koordinasi dengan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Bidang Pengawasan, agar pemanfaatan sumber daya laut tetap berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap nelayan dapat lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. (BN Grace)





