Penurunan Stunting Jadi Fokus BPKB Ambon Menuju Generasi Emas 2045

IMG 20260123 WA0024

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Penurunan angka stunting dan optimalisasi bonus demografi menjadi fokus utama Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPKB) Kota Ambon dalam menyongsong pelaksanaan program prioritas tahun 2026. Kedua isu tersebut dinilai strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Peningkatan kualitas SDM menjadi tantangan besar dalam implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Salah satu perhatian utama BPKB Kota Ambon adalah percepatan penurunan stunting yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok balita dan anak usia dini.

Sebagai bentuk komitmen nyata, BPKB Kota Ambon bersama Badan Gizi Nasional telah melaksanakan program pemberian makanan bergizi gratis bagi balita dan anak sekolah. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga anak-anak yang berada pada kategori berisiko stunting, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih dini dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon, Ir. Juliana Welhelmina Patty, M.Si, saat dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/1/2026), menyampaikan bahwa program pemberian makanan bergizi merupakan salah satu strategi utama dalam menekan angka stunting di Kota Ambon.

Menurut Juliana, upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. “Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas, sehingga pada tahun 2045 Kota Ambon memiliki generasi emas yang handal dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut telah diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah. Dalam pelaksanaannya, aspek teknis dikawal langsung oleh DPPKB Kota Ambon dengan melibatkan penyuluh lapangan serta tim pendamping keluarga yang berperan aktif dalam pendistribusian makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Ke depan, sasaran program ini akan diperluas. Tidak hanya terbatas pada balita dan anak sekolah, tetapi juga mencakup ibu hamil dan ibu menyusui sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam pencegahan stunting sejak dini. Langkah ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Selain fokus pada penurunan stunting, BPKB Kota Ambon juga menaruh perhatian serius pada optimalisasi bonus demografi. Juliana menilai bahwa dominasi penduduk usia produktif harus dimanfaatkan secara maksimal melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta perencanaan keluarga yang matang.

Optimalisasi bonus demografi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya saing daerah dan menciptakan tenaga kerja yang produktif. Oleh karena itu, BPKB menegaskan bahwa keberhasilan Program Bangga Kencana tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk peran pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan berbagai program dan strategi yang terus diperkuat, BPKB Kota Ambon optimistis mampu berkontribusi signifikan dalam mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan