Penularan HIV Meluas di Semua Kelompok Populasi

images 5

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Tren kasus HIV di Kota Ambon dalam tiga tahun terakhir menunjukkan kenaikan yang konsisten dan mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Ambon, kasus HIV tercatat sebanyak 272 kasus pada tahun 2022, meningkat menjadi 400 kasus pada tahun 2023, dan kembali naik menjadi 430 kasus pada tahun 2024.

Sementara untuk tahun 2025, hingga bulan September telah tercatat 271 kasus, namun angka ini belum final karena proses pelaporan berbasis online dari seluruh layanan kesehatan masih berlangsung. Finalisasi data baru akan dilakukan setelah semua fasilitas kesehatan menyampaikan laporan lengkap mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon dr. Johan S. Norimarna, M.K.M, saat di wawancarai via Wa, Selasa (9/10/2025) menjelaskan bahwa dari 271 orang yang teridentifikasi pada 2025, baru 184 orang sudah mendapatkan pengobatan.

Ia menambahkan bahwa sebagian lainnya belum menjalani terapi dengan alasan sudah kembali ke kota asal, sementara sebagian lainnya meninggal sebelum memulai pengobatan atau belum siap menerima hasil pemeriksaan.

Penularan HIV di Kota Ambon masih banyak ditemukan pada kelompok usia 15–49 tahun, yang merupakan usia paling produktif. Menurut dr. Norimarna, penularan ini “didominasi oleh hubungan seksual berisiko,”

Selain faktor perilaku, peningkatan penularan juga dipengaruhi berbagai aspek sosial masyarakat.

Dinkes Kota Ambon menjelaskan setidaknya tiga faktor yang menjadi kontribusi meningkatnya angka penularan HIV yaitu Kurangnya pengetahuan anak sekolah dan remaja mengenai kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, serta cara penularan HIV, Faktor ekonomi dan gaya hidup, di mana sebagian remaja tergoda untuk memperoleh barang-barang mahal seperti telepon genggam dan mengikuti gaya hidup modern, sehingga terlibat dalam praktik seks bebas melalui aplikasi seperti MiChat dan Minimnya pembinaan keluarga, menyebabkan banyak remaja tidak mendapatkan bimbingan mental dan moral yang memadai, sehingga mudah terjerumus dalam hubungan seksual berisiko.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa tidak ada satu kelompok populasi yang mendominasi kasus HIV di Ambon. Setiap tahun, kasus ditemukan pada berbagai kelompok, termasuk ibu rumah tangga, pekerja swasta, pelajar, hingga masyarakat umum.

Dalam dua tahun terakhir, kasus pada ibu rumah tangga meningkat signifikan, terutama akibat penularan dari pasangan. Banyak dari kasus ini terdeteksi saat ibu hamil melakukan pemeriksaan di puskesmas dan rumah sakit.

dr. Johan S. Norimarna menegaskan bahwa tren kenaikan kasus harus menjadi perhatian serius seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada perilaku seksual sehat, rutin melakukan pemeriksaan, dan tidak ragu mengakses layanan kesehatan.

“Penularan HIV sudah terjadi di semua kelompok populasi. Edukasi, deteksi dini, dan perubahan perilaku menjadi kunci untuk menekan angka kasus setiap tahun,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kota Ambon akan memperbarui data resmi begitu seluruh layanan menyelesaikan finalisasi pelaporan HIV tahun 2025. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan