Pemkot Ambon Hadirkan Air Bersih Gratis bagi Warga Kanawa Bandan Eli yang Terdampak Krisis Air

IMG 20260115 WA0035

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnysantara.com: Pemerintah Kota Ambon kembali menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih. Kali ini, perhatian difokuskan kepada warga yang terdampak krisis air bersih akibat tidak berfungsinya jaringan pipa DSA, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama distribusi air bagi masyarakat.

Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Kota Ambon mengerahkan satu unit mobil tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon yang merupakan bantuan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mobil tangki tersebut digunakan untuk menyalurkan air bersih gratis kepada masyarakat di Kanawa RT 007 RW 018, Kampung Bandan Eli. Penyaluran air bersih ini dimanfaatkan oleh sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Kegiatan pendistribusian air bersih ini dilaksanakan sesuai dengan arahan langsung Wali Kota Ambon dalam rapat internal yang melibatkan Wakil Wali Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta Direktur PT Tirta Yapono Kota Ambon. Rapat tersebut menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, turun langsung ke lokasi bersama empat staf BPBD untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Kehadiran pimpinan BPBD di lapangan sekaligus menjadi bentuk empati dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kondisi riil yang dihadapi warga.

“Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Warga di sini selama ini hanya mengandalkan satu sumur tua dengan debit air yang sangat terbatas. Sumur tersebut digunakan oleh sekitar 60 KK, sehingga warga harus mengantre untuk mendapatkan air. Bahkan, terlihat puluhan mesin dap air yang dipasang dan menunggu giliran di bibir sumur,” ungkap Frits R.M. Tatipikalawan saat diwawancarai via WhatsApp, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air tersebut tidak hanya menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan jika terus dibiarkan. Oleh karena itu, BPBD Kota Ambon bergerak cepat dengan mendrop air bersih menggunakan mobil tangki ke lokasi terdampak.

“Sebagai langkah darurat, kami menyalurkan air bersih langsung ke lokasi dengan mengisi aliran sungai setempat dan satu bak air besar yang disiapkan agar dapat menampung air untuk kebutuhan warga. Air ini kami prioritaskan untuk kebutuhan minum dan keperluan dasar lainnya,” jelasnya.

Menurut Frits, penyaluran air bersih gratis ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan bahwa hak dasar warga tetap terpenuhi, meskipun terjadi gangguan pada sistem distribusi air.

BPBD Kota Ambon juga terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan PT Tirta Yapono, Dinas Pekerjaan Umum, serta perangkat pemerintah lainnya guna mencari solusi berkelanjutan terhadap persoalan krisis air bersih, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak kerusakan atau tidak berfungsinya jaringan pipa.

Frits menambahkan bahwa BPBD Kota Ambon sepenuhnya mendukung program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya dalam hal pemenuhan dan pemerataan akses air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda dan harus menjadi perhatian bersama seluruh perangkat daerah.

“BPBD siap mendukung penuh program prioritas Pak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota terkait akses air bersih bagi masyarakat. Selama masih ada warga yang kesulitan air, kami akan terus hadir dan bergerak cepat di lapangan,” tegasnya.

“Pemerintah Kota Ambon tidak tinggal diam. Penanganan darurat seperti ini akan terus kami lakukan sembari menunggu perbaikan sistem distribusi air secara menyeluruh, agar ke depan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan serupa,” tutup Frits.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Ambon berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam situasi sulit, serta menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kepada warga tetap menjadi prioritas utama. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan