Ambon,Bedahnusantara.com:Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon gandeng Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LP-TTG) Malindo menggelar pelatihan untuk menggembangkan produk – produk unggulan daerah berbasis pangan lokal.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Ambon Roby Silooy mengatakan, Pemkot Ambon menyadari sungguh usaha kita bersama untuk menjadikan kota Ambon sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia perlu terlibat dalam berbagai hal, salah satu yang menjadi perhatian kita bagaimana mengembangkan produk-produk unggulan daerah berbasis sumber daya alam dengan memanfaatkan teknologi sederhana dan juga teknologi modern sehingga, mampu mendorong peningkatan ekonomi rakyat.
“Ini perlu perhatian ekstra agar terus dikembangkan menjadi produk unggulan desa masing – masing yang ada di wilayahnya,” ungkapnya dalam pembukaan pembukaan Pelatihan dan Expose Program Teknologi Tepat Guna. (TTG) Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berbasis Pangan Lokal Oleh LP-TTG Malino yang berlangsung Rabu (2/6/2021) di Multifunction Hall – MCM .
Dia menuturkan, pada bulan November tahun 2020 sebagai respons terhadap surat permohonan eksekusi program pengentasan kemiskinan dari direktur utama lembaga pengembangan teknologi tepat guna Malindo menugaskan tiga orang pejabat Pemkot Ambon untuk mengunjungi dan melihat secara langsung proses pelatihan pengembangan produk unggulan daerah dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sangat sederhana atau home industri.
“Home industri mampu melipatgandakan 600 jenis angin lokal yang kita miliki menjadi produk pangan kering yang enak sehat bergizi dan mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri yang menjadi Primadona di negeri kita,” terangnya.
Dia mengakui, LP-TTG Malindo yang cukup menarik sebagai suatu lembaga yang dipercayakan pemerintah pusat dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal menjadi hal yang sangat menarik bagi Pemkot Ambon.
“Hal ini sejalan dengan visi misi Pemkot Ambon dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih difokuskan pada upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat menuju kemandirian yang kreatif berbasis sumber daya alam yang tersedia,” katanya.
Sebagai Kota brand musik kebaikan dan kota toleransi tentu saja perlu memiliki produk-produk unggulan yang menceraikan musik ikan dan budaya karena itu pelatihan. Hal ini menjadi sangat penting agar menghasilkan produk produk pangan kering dalam berbagai jenis.
“Saya mohon perhatian serius Bapak Ibu Raja kepala desa Lurah untuk dapat mengawal proses pelatihan ini dengan menghadirkan para peserta dari setiap desa yang akan mengikuti kegiatan besok,” tandasnya.
Dia mengingatkan, kepala desa dan raja dapat manfaatkan kegiatan ini dengan tujuan untuk membangun ekonomi masyarakat di desa atau negeri yang berkesinambungan.
“Kegiatan ini perlu mendapat perhatian ekstra agar terus dikembangkan menjadi produk unggulan desa berdasarkan spesifikasi pangan unggulan yang ada,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon Marthen Kailuhu menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa dan negeri dalam upaya mengembangkan usaha industri pangan kering, memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat desa dan negeri tentang pentingnya pengembangan industri olahan pangan kering serta menciptakan lapangan kerja masif dan peningkatan pendapatan rakyat di desa dan negeri.( BN-02)






