Pemda MBD Terkesan Tidur Soal Blok Masela, Banyak Generasi Muda MBD Pilih Bungkam

Pemda MBD Tidur Soal Blok Marsela
Masalah Blok Masela Pemda MBD Tak Jelas

Jakarta, Bedah Nusantara.com: Gaung dan gema Blok Masela seakan hanya akan menjadi milik masyarakat Maluku Tenggara Barat (MTB) dan daerah lainnya di Indonesia tetapi mungkin bukan bagi Masyarakat Maluku Barat Daya (MBD).

Hal ini sangat jelas terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan oleh semua daerah di Indonesia, tidak terkecuali MTB yang begitu serius mempersiapkan diri demi menyambut Anugerah terbesar dari Tuhan ini,Sedangkan Pemda Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), seakan hanya akan menjadi penonton dan simpatisan saja.

Demikian penegasan tokoh muda Maluku Barat Daya (MBD) Fredy ulemlem, SH Kepada Bedah Nusantara.com Via telephone selulernya pada Jumat (27/5).

“Sangat disayangkan kalau pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang di pimpin oleh Drs Barnabas Orno terkesan tidak mampu melakukan lobi-lobi politik untuk memperjuangkan blok masela bagi masyarkat kabupaten Maluku Barat Daya khsusnya masyarakat yang ada di pulau masela”. ungkap Fredy

Pasalnya, kata Fredy, berdasarkan hasil pantauan kami terhada Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tenggara Barat (MTB) demi menyambut blok masela, Pemda MTB melakukan persiapan begitu luar bisa,salah satunya adalah Pemda MTB membiayai putra-putri terbaiknya untuk bersekolah pada bidang pertambangan sejak beberapa tahun yang lalu, bahkan kini mereka sudah hampir menyelesaikan pendidikannya.

Hal ini menurutnya, dilakukan untuk menyiapkan  sumberdaya manusia MTB dalam menghadapi blok masela, begitu juga dengan kepulauan Aru dalam tahun ini mereka juga akan mengirimkan Putra-Putri terbaik daerahnya untuk bersekolah pada bidang pertambangan dalam rangka menghadapi blok masela pada saat penerimaan tenaga kerjanya nanti.

“Akan tetapi apa yang digaungkan oleh Pemda MBD, lewat Bupati Barnabas Orno. hingga kini hanya menjadi isapan jempol semata dan tanpa sedikitpun bukti kongkrit dari apa yang disampaikan dan sering diumbar oleh sang Bupati”. terang ulemlem

Padahal lanjunya lagi, disisi lain, kekompakan Pemda MTB dan bersama dengan pihak Dewan Perwakilannya sangat luar biasa ,pasalnya mereka (Pemda MTB dan DPRD MTB) telah mengalokasikan anggaran kepada masyarakatnya yang memiliki usaha dagang dan penginapan disekitar lokasi infrastruktur blok masela yang berada di pualau selaru, demi meningkatkan inkam dan kesejahteraan masyarakatnya.

Belum lagi pada tataran organisasi pemuda dan mahasiswa serta organisasi hukum adat begitu kompak, untuk bagaimana menjemput blok masela. semua infrastruktur sepertai jalan dan jembatan serta penerbangan,perubungan laun dan darat telah tersedia di MTB.

Lalu pertanyaanya, “dimanakah Pemda MBD selama ini, apakah mereka sedang tidur atau mereka tidak berdaya memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) dalam hal ini  blok masela”.

“Korupsi sana sini, buruknya kinerja biroksasi, intimidasi dan diskriminasi malah semakin marak terjadi MBD saat ini, bahkan pemenuhan hak pelayanan hanya berlaku bagi orang orang tertentu sesuai hubungan politik, hubungan keluarga, hubungan pertemanan dan sebagainya, lalu kapan rakyat menikmatin kesejahteraan, belum lagi sang Bupati yang hanya sibuk mengurusi kepentingan besarnya dengan mencoba memperkaya dirinya dan mengisi pundi-pundi mengingat sang Bupati sedang berambisi menjadi orang nomor satu di Maluku (Gubernur) pada beberapa waktu kedepan”. Tegas Fredy

Lebih juah dipaparkannya, berbagai tindak kejahatan yang merugikan masyarakat MBD seperti pencurian material tambang romang terkesan di lupakan bahkan diangap tidak pernah terjadi apa apa di MBD,kasus kapal sabuk nusantara juga terkesan di abaikan begitu saja, dan kasus-kasus besar lainnya, “apakah ini kutukan bagi rakyat MBD atau karena pemerintahannya yg sudah tidak bermoral  hanya Tuhan yang tau”. ungkap ulemlem

Belum lagi lanjutnya, ketika MBD dalam situasi seperti ini para generasi muda MBD bukannya bergerak melakukan perlawanan dan memperjuangkan kebenaran, akan tetapi malah banyak sekali generasi muda MBD yang kemudian menjual hak kesulungan dan harga dirinya kepada sang penguasa, meskipun mereka tahu para pejabat MBD penuh dengan kejahatan dan tidak bermoral.

Hal yang miris adalah,” ketika ada segelintir generasi muda MBD yang serius dan bemandi keringat darah demi memperjuangkan MBD untuk bangkit dan keluar dari keterpurukan, malah mereka ini ada yang mendapat ancaman saya berfikir MBD sudah menjadi daerah gengster dan bukan surga kebahagiaan bagi Masyarakat MBD lagi”. tegas Fredy

Oleh karena itu, kata Fredy, ” saya mengajak semua stekholder untuk bergandengan tangan demi membangun MBD, mealawan siapa saja yang ingin mengeruk keuntungan pribadi dari kekayaan alam dan seluruh kekayaan lainnya yang ada di MBD. Kita harus memerangi mereka dan tanpa pandang bulu, akan tetapi kita tetap meletakan perjuang kita dengan kasih dan damai bagi MBD yang lebih baik”. Tandas ulemlem. (BN-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan