PELNI Ambon Siap Layani Arus Mudik Lebaran, Tiga Kapal Tambahan Disiapkan

IMG 20260305 WA0034 scaled

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon memastikan seluruh armada kapal yang akan melayani masyarakat dalam kondisi siap beroperasi.

Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Ambon, Marthin Heryanto mengatakan seluruh kapal yang melayani rute dari Ambon telah menjalani proses docking dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

“Semua kapal kita sudah menjalani docking. Tidak ada kapal yang tanpa docking. Kalau pun ada yang masih docking, itu hanya proses penyelesaian administrasi sebelum menuju Ambon,” kata Heryanto saat diwawancarai di ruang kerjanya di Ambon, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, selain docking, seluruh kapal juga telah menjalani berbagai pemeriksaan teknis seperti RAM check dan pemeriksaan keselamatan lainnya guna memastikan kelayakan operasional.

Ia menegaskan, proses tersebut bukan hanya dilakukan menjelang hari besar seperti Natal maupun Lebaran, tetapi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

Dalam menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik tahun ini, PELNI juga menambah jumlah armada yang melayani rute dari Ambon. Dari sebelumnya sembilan kapal, kini bertambah menjadi dua belas kapal.

Tiga kapal tambahan yang disiapkan yakni KM Ciremai, KM Dobonsolo, dan KM Sinabung. Ketiga kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 2.000 penumpang.

“Penambahan armada ini merupakan bagian dari tanggung jawab PELNI dalam melayani masyarakat, sekaligus menjadi representasi bahwa negara hadir melalui layanan transportasi laut,” ujarnya.

Heryanto menjelaskan, puncak arus keberangkatan penumpang dari Ambon diperkirakan terjadi pada 13 Maret 2026. Namun lonjakan penumpang diprediksi tidak terlalu signifikan.

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya kebijakan work from anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan lebih awal. Selain itu, momentum Lebaran tahun ini juga relatif berdekatan dengan periode libur Natal sebelumnya.

Meski demikian, potensi kepadatan diperkirakan terjadi pada proses embarkasi dan debarkasi di pelabuhan, terutama pada 13 Maret saat empat kapal dijadwalkan bersandar secara bersamaan di Ambon.

Kapal-kapal tersebut antara lain KM Labobar, KM Pangrango, serta beberapa kapal lain yang melayani rute menuju wilayah timur dan barat Indonesia.

Menurut Heryanto, kepadatan kemungkinan terjadi karena adanya penumpang yang turun dan naik dalam waktu bersamaan. Selain itu, kondisi terminal penumpang di Ambon saat ini juga sedang dalam proses renovasi sehingga ruang yang tersedia menjadi lebih terbatas.

“Kemungkinan akan ada sedikit kepadatan karena ada penumpang yang turun dan naik bersamaan, apalagi terminal juga sedang dalam proses renovasi. Namun kami akan berusaha mengatur sebaik mungkin,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar membeli tiket pulang sejak awal apabila sudah memiliki kepastian jadwal kembali.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kesulitan mendapatkan tiket pada arus balik karena tingginya jumlah penumpang yang melakukan perjalanan.

Selain itu, penumpang juga diimbau untuk tidak membawa barang secara berlebihan selama perjalanan serta tetap menjaga kesehatan.

Sementara itu, jumlah penumpang yang telah diberangkatkan dari Ambon menuju wilayah barat mulai menunjukkan peningkatan. Tercatat sekitar 1.900 penumpang telah berangkat pada malam sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang diprediksi berangkat dari Ambon pada periode H-7 Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 32 ribu orang.

Namun hingga saat ini jumlah penumpang masih berada di kisaran sekitar 4 ribu orang dan diperkirakan akan terus meningkat mendekati masa puncak arus mudik.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi berupa potongan harga tiket kapal laut sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi.

Program ini berlaku untuk pembelian tiket dengan periode keberangkatan mulai 11 Maret hingga 6 April 2026. Diskon hanya berlaku pada harga dasar tiket dan tidak termasuk biaya asuransi maupun pas penumpang.

Kuota program tersebut juga terbatas. Jika kuota telah habis sebelum tanggal yang ditentukan, maka pembelian tiket akan kembali menggunakan tarif normal.

Selain itu, PELNI juga mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait kemungkinan pemberian dispensasi penambahan kapasitas penumpang sekitar 25 persen dari kapasitas normal kapal.

“Kalau disetujui, tentu akan ada penambahan alat keselamatan. Tapi pada prinsipnya seluruh alat keselamatan di kapal sudah siap 100 persen,” tutup Heryanto. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan