Ambon, Bedahnusantara.com: Pandemi Covid-19, hingga hari ini belumlah diketahui kapan akan berakhir, bahkan semakin hari kiat meningkat jumlah kasusnya di Maluku.
![]() |
| Peduli Mahasiswa ARU, Jo Tiven (JT) Lakukan Aksi Berbagi Kasih |
Berbagai kegiatan dan aktifitas menjadi terbengkalai bahkan juga lumpuh, baik Ekonomi, Pemerintahan, Pendidikan dan Juga Keagamaan. Sebagai akibat dari program dan kebijakan pemerintah yang dilaksanakan guna memotong mata rantai penyebaran Covid-19.
Aktifitas Pendidikan menjadi salah satu elemen yang terdampak secara signifikan dari pandemi Covid-19 ini, proses pendidikan terutama Perkuliahan mengalami keterhambatan yang diakibatkan oleh covid-19. dan yang kemudian dihentikan aktifitasnya disebabkan oleh kebijakan pemerintah lewat program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Semenjak diberlakukannya PSBB, sejumlah kampus di Kota Ambon Provinsi Maluku kemudian meliburkan semua mahasiswanya. termasuk Mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan ARU.
Walaupun ada keinginan besar untuk dapat kembali kekampung halaman, akan tetapi hal tersebut mesti dikubur oleh para mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan ARU. Hal ini diakibatkan oleh diberlakukannya pelarangan bepergian keluar daerah terutama dari dan ke daerah berzona merah.
Hal ini kemudian mengakibatkan dampak lain yakni secara ekonomi ketersediaan kebutuhan pokok guna menyambungkan hidup dari para Mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan ARU ini semakin tidak terjamin, dan bahkan semakin diperparah dengan tidak adanya bantuan ekonomi dari pihak orang tua, yang juga mengalami dampak pandemi Covid-19.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Bedahnusantara.com, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan ARU hingga hari ini sama sekali belum mereponi dan menindak lanjuti akan nasib para Mahasiswa ARU yang tengah menempuh pendidikan di Kota Ambon. Walaupun sebelumnya pihak Pemerintah Daerah telah berjanji akan memperhatikan nasib para Mahasiswa asal ARU ini.
Menyikapi situasi yang ada, salah seorang aktivis muda asal Kabupaten Kepulauan ARU, Josias Tiven (JT). Kemudian melakukan kegiatan sosial berbagi Kasih dengan para Mahasiswa asal ARU yang berada di Kota Ambon.
Mantan ketua Komisariat (Kekom) GMKI Politeknik Ambon ini mengungkapkan, meskipun dalam keterbatasan saya, akan tetapi saya merasa terpanggil dan tergerak hati saat melihat kesusahan dan keresahan yang dialami oleh adik-adik saya, Mahasiswa dari Kabupaten Kepulauan ARU ini. Demikian diungkapankan Oleh Jo Tiven saat dikonfirmasi oleh Bedahnusantara.com di Ambon.
” apa yang beta lakukan disaat ini adalah bentuk keterpanggilan sebagai sesama anak Kabupaten Kepulauan ARU, yang saat ini sementara merantau di Ambon, kemudian beta melihat dan juga merasakan dampak pandemi Covid-19 ini. Maka dari situasi tersbut beta berikhtiar walaupun dengan keterbatasan yang ada, namun beta ingin berbagi Kasih dengan ade-ade serta teman-teman mahasiwa asal ARU yang saat ini sementara berjuang menempuh pendidikan di Ambon,” Ungkapnya.
Menurutnya, sejak penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan sampai dengan PSBB kemarin, berbagai upaya telah kami lakukan guna mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan ARU, akan tetapi hingga saat ini semua itu belumlah mendapat respons dari Pemda Kabupaten ARU.
” Kami sudah lakukan pendataan dan Verifikasi para mahasiswa asal ARU yang ada di Ambon, untuk kemudian dikomunikasikan dengan Pemda Kabupaten ARU. Akan tetapi hingga hari ini semua itu belum juga ditindak lanjuti atau direspons oleh pemerintah daerah,” Jelasnya.
Jo Tiven (JT) yang kini aktif selaku pegiat media sosial ini menyatakan, “lewat keterbatasan yang ada beta terpanggil untuk menolong teman-teman ini, sekalipun mungkin apa yang beta berikan saat ini tidaklah sama nilainya dengan yang diberikan oleh pemerintah atau pihak lainnya, akan tetapi beta berharap agar semua yang beta berikan ini dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi teman-teman semua yang ada di sini. Sekaligus memberi pesan dan koreksi kepada Pemerintah Kabupaten Aru yang hingga saat ini belum juga memperhatikan akan nasib para mahasiwa asal ARU di Kota Ambon dan dimana saja,” Tandas Jo Tiven.
Ditempat yang sama selaku perwakilan mahasiwa Kabupaten ARU yang ada di Ambon Cristian Ukwatu megungkapkan, terkait dengan apa yang dilakukan oleh kakak kami bung Jo Tiven ini, tentunya kami sangat mengucap syukur dan berterima kasih, manakala kondisi kami yang sampai saat ini belumlah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten ARU.
Menurutnya, hal ini yang semestinya menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten ARU. Sebab apapun yang terjadi Pemda Kabupaten ARU adalah Ayah dan Ibu bagi kami para mahasiswa asal Kabupaten ARU yang sementara menempuh pendidikan diluar Kabupaten.
” Hal ini mesti menjadi koreksi dan catatan juga perhatian dari Pemda Kabupaten ARU, sebab walaupun dalam kondisi yang terbatas, akan tetapi kakak kami ini Bung Jo Tiven masih mau peduli dengan kami, bahkan rela menyisihkan berkatnya guna menolong kami. Padahal semestinya Pemda ARU mengambil kebijakan untuk menolong kami mahasiswa ARU yang sementara berkuliah diluar, yang mana nantinya juga ketika kami sudah selesai dengan proses pendidikan kami, tentunya kami akan kembali dan mengabdi pada Kabupaten Kepulauan ARU,” Terangnya.
Lebih Jauh disampaikan Cristian, kami telah melakukan berbagai upaya untuk bisa mendapat perhatian dari Pemda Kabupaten ARU. Bahkan kami telah dimintakan untuk melaporkan jumlah mahasiswa asal Kabupaten ARU yang sementara mengikuti pendidikan di Kota Ambon, namun lagi-lagi apa yang telah kami laporkan tersebut hingga hari ini semuanya masih tidak ada kejelasannya.
” Kami jujur merasa iri dengan Mahasiswa asal Kabupaten lain yang ada di Maluku, sebab mereka begitu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah asal mereka, sebut saja Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Para mahasiswa asal MBD begitu diperhatikan oleh Pemda MBD, bahkan ada yang dari desa asal mereka pun begitu peduli dan kemudian mengupayakan berbagai bantuan guna keberlangsungan hidup para mahasiwa MBD yang ada di Ambon dan di daerah lain,” Cetusnya.
Hal ini tentunya membuat kami iri, sebab kami memiliki harapan yang sama untuk bagaimana Pemda Kabupaten ARU dapat juga melakukan tindakan yang sama dengan Pemda Kabupaten yang lain terutama untuk Mahasiswa yang sementara berada diluar daerah, temaksuk di Ambon ini.
” Kami tentunya berharap agar lewat apa yang dilakukan oleh Kakak kami Bung Jo Tiven ini, dapat membuka mata Pemerintah Kabupaten ARU yang telah menjanjikan kepada kami bahwa, semua mahaswa asal Kabupaten ARU akan diperhatikan, bertalian dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini,” Tegasnya.
Untuk diketahui, jumlah paket bantuan yang diserahkan oleh Jo Tiven (JT) sebanyak kurang lebih 60 paket sembako, yang nantinya akan didistribusikan kepada mahasiwa ARU yang ada di Ambon yang terdampak pandemi Covid-19.(BN-04)






