Pascasarjana Unpatti, Laksanakan SB di Surabaya.

pasca%2Bsarjana
                    Studi Banding Pasca Sarjana Unpatti  Di Surabaya .

Surabaya, Bedah Nusantara.com: Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan,yang nantinya akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik,bagi perkembangan suatu kebutuhan.

Dalam berbagai aspek, kegiatan studi banding ini seringkali dilakukan oleh berbagai pihak tidak terkecuali dunia pendidikan .

hal ini dilakukan demi menambah wawasan dan ilmu pengetahvan atau berbagai hal yang ingin dicari dalam rangka memenuhi sebuah kegiatan atau bahkan target dan strategi program yang hendak dicapai.

Universitas Pattimura salah satu lembaga pendidikan terbaik di Provinsi Maluku, baru-baru ini melakukan studi banding ke Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Tepatnya Selasa 15 September 2015 mahasiswa Pascasarjana Program Studi (Prodi) Administrasi Publik Universitas Pattimura, melakukan lawatan ke Kota yang berjuluk kota kembang ini.

Rombongan Mahasiswa diterima langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya, dalam rangka studi banding.

Rombongan Mahasiswa Maluku ini didampingi langsung oleh Direktur Pascasarjana Unpatti DR. J Letemia, Kaprodi Adiminstrasi Publik, Dr. M.A. Rahawarin, dan dosen pendamping lainnya.

DR.Letemia kepada media ini mengatakan, dipilihnya Kota Surabaya sebagai lokasi studi banding karena dari perspektif pelayanan publik dimasa kepemimpinan walikota Ibu Risma dinilai sangat baik.

Pasalnya,  selain penambahan pengetahuan dari mahasiswa Administrasi Publik, tetapi diharapkan sekembalinya di Kota Ambon hasil studi banding dapat dikontruksikan secara ilmiah dan selanjutnya menjadi referensi dan masukan bagi Pemerintah Daerah.

Ditambahkan Leimena, Walikota Surabaya yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendapatan dan pengelolaan keuangan memberikan apresiasi serta menyambut baik kedatangan mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik Unpatii.

Sekilas, kata perwakilan walikota ini anggaran yang dikelolah Pemkot  Surabaya adalah 7,5 triliun.Dengan penghasilan pajak 2,6 triliun dan PADa 1,7.

Ia mengaku, “dalam pelayanan publik dilakukan secara online sehingga tidak ada antrian saat pengurusan”.

Ditempat yang sama Kaprodi Administrasi Publik, Dr.  M.A.Rahawarin,MS, mengatakan studi banding di Kota Surabaya merupakan pertama kalinya dilakukan karena Prodi Administrasi baru dibuka tahun ajaran 2104/2015.

Dijelaskannya,jumlah mahasiswa yang turun studi banding sebanyak 42 orang yang dibagi dalam 4 kelompok.

Dilain pihak, Ketua Kelas Administrasi Publik, Abdul Rahman Tatuhey mengaku, waktu studi banding selama 4 hari.

“Pasalnya, yang menjadi lokus adalah Dinas Parawisata,  Dispenda,  BKD dan Disperindag. Dikatakan setelah kembali di Ambon akan dibuat  dalam seminar”.terang Tatuhey (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan