Ambon, Bedahnusantara: Persoalan Pandemi Covid-19 di Kota Ambon terus meningkat seiring bejalannya berbagai program pemerintah yang digadang-gadang akan mampu memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.
![]() |
| Gambar : Steve Palyama dan Ilustrasi Grafik Data Survey |
Bahkan peningkatan kasus yang signifikan ini, kemudian menimbulkan berbagai respons dikalangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepercayaan dan ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Lembaga Survey PT. Media Riset Strategi Bedah Nusantara kemudian melakukan survey dan identifikasi yang telah dilaksanakan sejak 11 Juni s/d 24 Juni 2020 di Kota Ambon.
“Berdasarkan hasil survey dan identifikasi kami dimasyarakat, pasca ditetapkannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) pada 08 Juni s/d 21 Juni 2020 lalu, dan sampai kepada Penerapan Program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ini. Kami mendapati data yang cukup mencengangkan, bahwa rasa percaya masyarakat (tingkat kepercayaan masyarakat) kepada Pemerintah. Dalam hal ini pemerintah Kota Ambon dan juga Pemerintah Provinsi Maluku, terkait penanganan Covid-19 sungguh menurun secara drastis,” Demikian diungkapkan oleh Direktur PT. Media Riset Strategi Bedah Nusantara Steve Palyama di Ambon.
Menurutnya, Survey yang kami lakukan ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah dalam menangani pandemi Covid-19 ini, dan juga dampaknya, serta sejauh mana peningkatan rasa tidak percaya (Mosi ketidak Percayaan) masyarakat kepada pemerintah daerah.
“Dan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepercayaan dan ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah pasca pandemi Covid-19 ini, maka kami melakukan survey dan identifikasi lapangan sejak 11 Juni s/d 24 Juni kemarin dengan metode Sampling Multy Stage Random yang melibatkan sebanyak 1200 responden, dengan Margin Of Error (MOE) sebesar 3%,” Jelasnya.
Langkah survey kami ini lanjutnya, dilakukan secara langsung lewat wawancara tatap muka,dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pada lima kecamatan di Kota Ambon.
Adapun dua fariabel yang kami ukur atau kami survey dan identifikasi yakni terkait; Seberapa besar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah Daerah baik Kota Ambon maupun Provinsi Maluku dalam menanggulangi Pandemi Covid-19.
“Dari data yang berhasil kami rampungkan, terkait seberapa besar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah Daerah baik Kota Ambon maupun Provinsi Maluku dalam menanggulangi Pandemi Covid-19. kami mendapati fakta bahwa terdapat 64,08% masyarakat Kota Ambon yang tidak percaya bahwa Pemerintah Daerah serius dalam menangani pandemi Covid-19,” Ujarnya.
Sedangkan sebesar 18,41% masyarakat mengakui bahwa mereka percaya bahwa pemerintah Daerah serius dalam menangani pandemi Covid-19, dan 14,5% masyarakat menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Berdasarkan fakta data tersebut jika kita hitung besaran selisih antara tingkat ketidak percayaan masyarakat dibandingkan dengan rasio kepercayaan masyarakat kepada pemerintah maka terdapat sebesar 45,67% selisihnya.
Untuk diketahui rasio 45,67% selisih ini adalah tingkat ketidak percayaan masyarat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menangani Covid-19. yang mana besaran 45,67% tingkat ketidak percayaan masyarakat ini disumbang oleh beberapa faktor yakni; semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Ambon dan Maluku, padahal sejumlah besar dana telah dilaporkan terpakai guna penanganan Covid-19.
Faktor kedua yang turut menyumbang tingkat ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah adalah; terkait tidak adanya transparansi keberadaan para pasien dan juga pola tindakan medis yang dinilai ada unsur rekayasa, (dengan adanya perlakukan protab medis yang dinilai janggal oleh masyarakat).
Selain itu faktor transparansi penggunaan anggaran dalam penanganan Covid-19, (baik itu Pembelian pengadaan peralatan medis dan APD) serta penyaluran bantuan oleh pemerintah yang tidak tepat sasaran di masyarakat, menjadi faktor yang turut menyumbang tingkat ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah Daerah.
Olehnya, kami selaku team peneliti dan juga lembaga survey, tidak bermaksud untuk menyalahkan pihak manapun termasuk pemerintah daerah baik Kota Ambon maupun Provinsi Maluku, akan tetapi lewat hasil survey dan Identifikasi yang telah kami lakukan ini, kami berharap untuk dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan serta koreksi bagi Pemerintah.
” kami meyakini sungguh bahwa baik pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku telah bekerja secara maksimal, dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini, akan tetapi sekali lagi, fakta yang kami temukan adalah apa yang terjadi dimasyarakat hari-hari ini. Bahkan peristiwa penghadangan mobil Ambulance yang mengangkut jenasah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ambon tadi siang. Bagi kami hal itu merupakan bentuk akumulasi dari tingkat ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah, yang ditunjukan dengan aksi tersebut,”
Oleh karena itu sekali lagi, kami ingin menegaskan kepada pihak pemerintah Daerah baik Kota Ambon dan Provinsi Maluku, untuk mari bekerja bersama, bersinergi bersama guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini. (BN-08)






