Orang Tua Siswa Kecewa Anaknya Tidak Di Terima Masuk SMAN 2 Ambon

IMG 20250705 WA0010

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Orang tua siswa mengeluhkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Ambon, Provinsi Maluku dianggap tidak sesuai prosedur.

 

Salah satu orang tua siswa yang tinggal di daerah Batu Gajah berinisial DS memprotes anaknya tidak di terima masuk sekolah SMAN 2 Ambon padahal jarak dari rumah dengan sekolah dekat.

“Saya kecewa anak saya tidak lolos masuk SMAN 2 Ambon, padahal proses awal seleksi masih sampai pada tahap administrasi awal namun sudah di nyatakan tidak lolos karena alamat tempat tinggal atau domisili,” ungkap DS saat di Wawancarai wartawan media Bedahnusantara.com di ambon, Kamis (3/7/2025)

Dia mengatakan, sistem Zonasi dalam konteks Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merujuk pada sistem penerimaan siswa baru yang didasarkan pada jarak tempat tinggal siswa ke sekolah. Sistem ini bertujuan untuk pemerataan pendidikan dengan memprioritaskan siswa yang tinggal di sekitar sekolah.
“Zonasi adalah pembagian wilayah atau area berdasarkan zona tempat tinggal siswa. Dalam PPDB, zonasi digunakan untuk menentukan sekolah yang dapat diakses oleh siswa berdasarkan kedekatan tempat tinggal mereka, namun fakta yang terjadi tidak seperti yang di tentukan,” jelasnya.

Lanjutnya, Sistem gugur/ tidak lolos yang di tentukan sekolah itu tidak sesuai dengan yang seharusnya karena seleksi yang dilakukan belum sampai di tahap tes.

“Jadi ini kan hampir semua anak-anak yang alamat rumahnya di Batu Gajah semuanya tidak lolos di awal padahal yang bisa menentukan siswa tidak lolos itu hanya saat sudah lakukan tes namun herannya anak-anak yang tinggalnya jauh seperti di Passo, Latuhalat, Lateri bisa lolos itu kan tidak wajar ini belum tes loh tapi anak-anak kami sudah tidak lolos,” tandasnya.
Dia menambahkan, Tujuan utama zonasi adalah memastikan pemerataan akses pendidikan dengan memberikan prioritas kepada siswa yang tinggal dekat dengan sekolah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antar wilayah.

“Oleh karena itu saya minta kepala sekolah untuk adil dalam penerimaan siswa di SMAN 2 Ambon, karena yang saya dengar informasi yang beredar di kalangan orang tua murid dan masyarakat bahwa; Kepala sekolah juga di duga terlibat dalam seleksi penerimaan siswa baru,” tuturnya.

Sementara itu Kepala sekolah SMA Negeri 2 Ambon, hingga berita ini di publikasi belum dapat di mintai konfirmasinya, sebab terkendala No Kontak sang Kepsek yang belum di miliki oleh pihak Redaksi. (BN02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan