OJK Maluku Dorong Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini di Sekolah

IMG 4139 scaled

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mendorong edukasi literasi keuangan dilakukan sejak usia dini guna mencegah anak-anak terpapar berbagai bentuk penipuan, termasuk melalui penggunaan game dan platform digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, saat memberikan sambutan dalam kegiatan puncak Bulan Literasi Keuangan Goes to School yang digelar di SD Negeri 4 Ambon, Kamis (27/8/2026).

Haramain mengatakan, perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin dekat dengan dunia digital. Karena itu, edukasi mengenai literasi dan keamanan keuangan tidak cukup hanya diberikan kepada orang dewasa, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada anak-anak dengan metode yang sesuai dengan usia mereka.

“Kalau kita tidak melakukan edukasi dari awal, nantinya adik-adik juga bisa terpapar terhadap penipuan,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kepada siswa sekolah dasar tidak dapat dilakukan hanya melalui penyampaian materi secara formal. Pendekatan yang menyenangkan melalui permainan atau games dinilai lebih efektif agar pesan yang disampaikan dapat diterima anak-anak tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran yang berat.

Ia mengapresiasi konsep edukasi yang dilakukan CIMB Niaga yang mengedepankan berbagai permainan dalam kegiatan literasi keuangan tersebut.

“Mudah-mudahan edukasi ini bisa kita lakukan secara fun. Kalau untuk level sekolah dasar, tentu kita tidak bisa secara materi, tetapi melalui permainan, melalui game, sehingga kegiatan edukasi itu bisa benar-benar masuk kepada mereka,” katanya.

Haramain juga berharap kegiatan literasi keuangan tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial. Menurutnya, edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diberikan kepada siswa dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia secara khusus mengajak para siswa untuk mulai membiasakan diri menabung dari sebagian uang jajan yang mereka miliki.

“Jangan lupa rutin untuk menabung. Bisa seminggu sekali atau sebulan sekali dikumpulkan dari uang jajannya. Boleh beli jajan, tetapi sebagian itu digunakan untuk menabung,” pesannya.

Selain mendorong kebiasaan menabung, Haramain meminta pihak CIMB Niaga untuk membangun pola pendampingan yang berkelanjutan dengan sekolah. Ia berharap pihak perbankan dapat secara rutin mendatangi sekolah untuk membantu siswa menyetorkan tabungan mereka.

Ia menilai langkah tersebut penting agar kebiasaan menabung yang mulai dibangun siswa dapat terus berjalan dan tidak berhenti setelah kegiatan literasi keuangan selesai.

“Saya minta juga kepada CIMB Niaga Cabang Ambon, Pak Sam dan tim, itu juga bisa secara rutin ke sekolah untuk menarik uang tabungannya, supaya apa yang mereka tabung tiap minggu atau beberapa minggu sekali bisa langsung ditabung ke CIMB,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haramain juga memotivasi para siswa dengan mengingatkan adanya hadiah bagi mereka yang memiliki kebiasaan menabung. Ia berharap pemberian apresiasi tersebut dapat menjadi salah satu pemicu bagi anak-anak untuk lebih disiplin menyisihkan uang.

Namun, ia menekankan bahwa tujuan utama menabung bukan semata-mata untuk mendapatkan hadiah, melainkan membangun kebiasaan mengelola uang sejak dini.

Haramain mengibaratkan tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit akan menjadi jumlah yang lebih besar apabila dilakukan secara konsisten.

“Kalau nanti akhir tahun dibuka tabungannya, sudah banyak. Boleh sedikit-sedikit tabungan itu dipakai untuk beli mainan. Yang penting, habis beli mainan, nabung lagi,” katanya.

Ia berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat membentuk karakter anak-anak agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus belajar menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk keperluan di masa mendatang.

OJK Maluku, kata Haramain, akan terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, termasuk melalui kegiatan edukasi yang menyasar generasi muda dan lingkungan sekolah.

“Yang penting kita tetap menabung, ada yang disisihkan untuk apa yang mau adik-adik gunakan, tetapi jangan lupa menabung secara rutin,” tandasnya.

Kegiatan Bulan Literasi Keuangan Goes to School di SD Negeri 4 Ambon diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menabung, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan digital sejak usia dini. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan