DPRD Kota Ambon Sepakati Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

IMG 4193 scaled

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. DPRD Kota Ambon bersama Pemerintah Kota Ambon menyepakati pemberian bantuan sebesar Rp250 juta sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Ketua DPRD Kota Ambon, Morits L. Tamaela, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat bersama Pemerintah Kota Ambon yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut disampaikan Morits saat diwawancarai langsung di Kantor DPRD Kota Ambon, Kamis (27/8/2026).

Menurut Morits, DPRD Kota Ambon, khususnya pimpinan DPRD bersama para ketua fraksi, memandang perlu mengambil bagian dalam membantu masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

“Berdasarkan rapat dengan Pemerintah Kota Ambon yang baru berlangsung dari kemarin, hari ini kami DPRD Kota Ambon bersama pimpinan dan ketua-ketua fraksi menyampaikan bahwa kami masih dalam duka bersama atas peristiwa bencana yang terjadi di NTT, gempa yang melanda saudara-saudara kita di NTT,” kata Morits.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan bentuk kebersamaan DPRD Kota Ambon dengan pemerintah daerah dalam merespons kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan akibat bencana.

Sebagai bentuk solidaritas, Pemerintah Kota Ambon telah menyepakati pemberian donasi sebesar Rp250 juta. DPRD Kota Ambon turut mendorong agar bantuan tersebut dapat direalisasikan dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.

“Sebagai bentuk kebersamaan dalam kedukaan atau peristiwa bencana yang terjadi, hari ini kami bersama Pemerintah Kota lewat Penjabat Wali Kota, kami telah bersepakat, Pemerintah Kota Ambon akan memberikan bantuan donasi sebesar Rp250 juta kepada saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya.

Morits mengatakan, bantuan tersebut nantinya tidak diberikan secara langsung oleh DPRD, melainkan akan disalurkan melalui Pemerintah Kota Ambon dengan mekanisme yang telah ditentukan. Bantuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada pemerintah daerah maupun posko-posko penanganan pengungsi di wilayah NTT yang terdampak bencana.

“Pemanfaatannya nanti disalurkan lewat pemerintah, lewat delegasi Pemerintah Kota, untuk disampaikan kepada pemerintah atau posko-posko penanganan pengungsi yang ada di NTT, pada beberapa kabupaten yang mengalami dampak bencana,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Ambon itu menegaskan, nilai bantuan bukan menjadi ukuran utama dari kepedulian yang diberikan. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah adanya perhatian dan rasa solidaritas dari masyarakat Kota Ambon bersama DPRD dan pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Semoga keikhlasan dan ketulusan kami ini tidak dinilai dari nominal. Tetapi kepedulian kami untuk terus bersama-sama dengan saudara-saudara kita di NTT untuk melewati musibah yang mereka alami,” tutur Morits.

Lebih lanjut, DPRD Kota Ambon berharap proses pemulihan di wilayah terdampak gempa dapat segera dilakukan. Morits menilai penanganan bencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya semangat solidaritas antardaerah di Indonesia, sehingga ketika terjadi bencana di suatu wilayah, daerah lain dapat ikut memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Semoga secepatnya pemulihan terhadap dampak bencana itu bisa dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh kabupaten/kota yang ada di Republik ini,” katanya.

Terkait sumber anggaran, Morits menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari kas daerah melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan pelaksanaannya dilakukan dengan persetujuan DPRD Kota Ambon.

“Sumbernya tentu dari kas daerah dengan persetujuan DPRD yang bersumber dari dana BTT,” ungkapnya.

Morits menambahkan, penggunaan dana tersebut tidak hanya dimaknai sebagai upaya untuk mengantisipasi bencana yang terjadi di Kota Ambon, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas ketika bencana terjadi di daerah lain.

Menurutnya, selama kondisi keuangan daerah masih memungkinkan dan kebutuhan penanganan di Kota Ambon tetap dapat dijaga, sebagian dana dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang sedang berada dalam kondisi darurat akibat bencana.

“Kita telah bersepakat sebagai bentuk solidaritas kita terhadap peristiwa bencana yang terjadi dimanapun itu terjadi,” katanya.

Ia menyebutkan, masih terdapat ruang anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk bantuan tersebut. Meski demikian, DPRD tetap berharap tidak terjadi bencana besar di Kota Ambon yang membutuhkan anggaran penanganan dalam jumlah besar.

“Kita memiliki sedikit kelebihan saldo yang bisa dimanfaatkan, mumpung dan kita berdoa tidak terjadi bencana di daerah kita sehingga kita tidak kekurangan dana dimaksud. Kita lebih membantu orang yang lagi membutuhkan,” pungkasnya.

DPRD Kota Ambon berharap bantuan tersebut dapat segera disalurkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian DPRD Kota Ambon dalam membangun solidaritas kemanusiaan lintas daerah.

Morits juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban serta mendukung proses pemulihan pascabencana di NTT.

“Semoga kita semua dilindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” tandasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan