Masyarakat Diajak Kembangkan Nilai Budaya

Karnaval
Stevanus Tiwery, SH. S.Pd

Ambon, Bedah Nusantara.com: Kota Ambon telah menjadi pusat destinasi dan pusat perkembangan kebudayaan yang melibatkan sejumlah etnis nusantara.

Indikator sejarah ini membuktikan bahwa kehadiran masyarakaat nusantara, maupun Arab, Eropah, Asia dan lainnya yang kini dikenal adanya budaya MEZTISO, yakni marga de Fretes, de Queldjoe, da Costa, Diasz, van Harling, Kiat, Tan dan lainnya.

Demikian laporan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Kota Ambon Stevanus Tiwery, SH. S.Pd pada acara Karnafal Budaya Daerah Maluku Tahun 2014 bertempat di Korem 151 Binaiya Ambon Kamis (9/10/2014).

Tema dari Karnafal ini adalah: Merajut Simpul Kebersamaan Orang Maluku Dalam Budaya Nusantara.

Tema ini sebagai basis kekuatan kebersamaan orang Maluku yang dibentuk dari unsur etnis kebudayaan nusantara.

Tujuannya adalah: Mengaktualisasikan nilai-nilai budaya sebagai potensi daerah yang perlu dilestarikan, Mangajak masyarakat untuk ikut bersama mengembangkan nilai-nilai budaya lokal guna dimanfaatkan sebagai objek wisata budaya, Sebagai media silaturahmi antar suku bangsa di Maluku dan Kota Ambon, Mendukung program pemerintah daerah dan mensukseskan kegiatan Pesta Teluk tahun 2014, Menyukseskan Kongres Kebudayaan Maluku tanggal 3-8 November 2014.

Menurut Tiwery, Karnafal Budaya yang dilakukan setiap tahun dan melibatkan suku bangsa nusantara dan lokal yang tinggal di Kota Ambon, menjadi modal mediasi dari keberagaman Indonesia yang telah menyatu dengan kebudayaan di Maluku.

Karnafal Budaya ini melibatkan 30 peserta yakni: Paguyuban Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Bali, Papua, Ternate, Buton, Kei, serta Sanggar dan Kelompok budaya lainnya dengan materi yang dipentaskan adalah busana daerah, tari dan musik.(BN-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan