Ambon,Bedahnusantara.com:Maluku menghadapi satu masalah budaya yakni kematian bahasa setelah lima tahun kantor bahasa Maluku melakukan provokasi kepada Gubernur, Bupati, Walikota maupun para raja di Maluku.
“Walaupun saya ketahui bahasa bukan isu yang seksi, padahal saat teriak beta Maluku jaga Maluku dan Jaga bahasa bukan jaga slogan semata,” akui Kepala Kantor Bahasa Maluku Asrief kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/08/2020).
Dia menjelaskan, lima tahun ‘Kemarahan’ kantor bahasa Maluku untuk berjuangan menegakkan bahasa daerah Maluku dengan identitas bahasa mendapat respons yang beragam meskipun, kata dia, hal ini tidak maksimal karena, tidak ada anggaran yang representatif untuk mendukung segala kebijakan ini.
“Menjaga bahasa harus menjadi hal utama, jangan mengaku negeri tapi, tidak mempunyai dukungan untuk menjaga bahasa daerah, karena bahasa daerah adalah kewenangan pemerintah daerah,” ungkapnya
Pihaknya telah berupaya dengan suara keras menyebut Gubernur, Walikota dan Bupati untuk peduli terhadap bahasa daerah Maluku.
“Saya ingin mendudukkan bahasa daerah, karena saya sudah mengirim peraturan daerah perlindungan bahasa daerah kepada seluruh Bupati di Maluku tapi, tidak ada respons apapun,” ketusnya.
Dicontohkannya, terkait peraturan daerah yang ada di pulau jawa, dimana mereka melindungi bahasa jawa dengan berbagai muatan lokal, kongres bahasa dan dukungan anggaran sehingga, bahasa jawa tetap dipertahankan sampai saat ini.
“Orang Surabaya pasti bisa bahasa jawa, tapi orang Ambon tidak tahu bahasa Ambon namun, mereka tahu bahasa Melayu karena, banyak yang menyangka bahasa Melayu sebagai bahasa Ambon. Padahal bahasa Melayu merupakan bahasa daerah orang Melayu,” katanya.
Dia meminta, semua pihak untuk memberikan perlindungan terhadap bahasa daerah, agar bahasa daerah tidak mati akibat, perkembangan zaman.
“Saya sangat mendorong menyerahkan dengan nyaring agar, adanya kekuatan perlindungan bahasa daerah karena,
bahasa lebih tinggi dari rumah adat dan budaya dan bahasa tidak boleh diabaikan,” tandasnya.( BN-02)






