Ambon,Bedahnusantara.com: Sejumlah pedagang yang mengaku sebagai pedagang dipasar Mardika bersama sejumlah mahasiswa IAIN kembali malakukan aksi protes dengan berorasi digedung Balai Kota.
![]() |
| Mahasiswa Dan Padagang Lakukan Aksi Demo Disertai Tindakan Anarkis dan Pengancaman |
Berdasarkan pantauan Bedahnussatara.com, pada pendemo masi tetap melayangkan tuntutan yang sama dengan tuntutan pada aksi sebelumnya,
” kami datang dan menuntut apa yang sudah diserahakan kepemkot ambon pada Jumat (12/6) lalu yakni tentang pembatalkan Perwali Nomor 16 tahun 2020,” Ungkap Usman Toisuta selaku koordinator aksi.
Dikatakannya, “aksi yang kami lakukan ini bukan karena kepentingan poltlitik, tetapi satu aksi untuk mencabut Perwali nomor 16 yang sudah dikeluarkan pemerintah,karena Telah menyengsarakan para pedagang dan sopir angkot yang adalah masyarakat kecil,” jelasnya.
“Kita sudah kasih surat tuntutan kepada Satpol PP dan hari ini katong tuntut apa yang menjadi keinginan katong,” katanya
Suasana demonstrasi semakin tidak terkendali saat mahasiswa dan para pedagang mulai melakukan tindakan pemaksaan lewat aksi dorong mendorong dengan Satpol PP untuk masuk menemui walikota
Setelah hampir satu jam melakukan orasi para pedagang yang dimotori oleh mahasiswa IAIN ini kemudian melakukan aksi anarkis dengan melempari para petugas menggunakan bahan makanan berupa sayur-sayuran dan telur, dengan dalil bahwa pihak Pemerintah Kota tidak ada yang menemui para pendemo.
Bahkan tak hanya melakukan tindakan anarkis tersebut, para pendemo pun mengancam akan melakukan tindakan penutupan paksa sejumlah outlet pasar moderen (Indomaret dan Alfa Midi), yang menjadi dalil meereka melakukan aksi demonstrasi ini.
“Katong masih tetap tunggu walikota, sehingga apa yang menjadu tuntutan kami diterima, kalau tidak, kami akan menutup secara paksa Indomaret dan Alfamidi,”teriak usman
Para pendemo juga mengancam, jika walikota tidak datang menemui mereka, maka jangan salahkan mahasiswa dan pedagang,”cetusnya
Untuk diketahui dalam pantauan dari aksi tersebut, terlihat para pendemo tidak melakukan protokol kesehatan berupa Sosial Distancing dan Physikal Distancing.(BN-02)






