Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Langkah konkret dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat kembali ditunjukkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, melalui kunjungan kerja ke sejumlah Posyandu di Kota Ambon. Memasuki hari kedua agenda lapangan bulan ini, dua titik yang menjadi fokus kunjungan yakni Posyandu Bobara di kawasan Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon dan Posyandu Kecubung di Desa Galala.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari misi besar mendorong transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Transformasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pelayanan dasar yang semakin kompleks, terutama dalam memastikan kualitas hidup ibu dan anak di tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Lisa Wattimena menekankan bahwa Posyandu saat ini harus bertransformasi menjadi pusat layanan terintegrasi. Tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan bayi dan balita, tetapi berkembang menjadi ruang pelayanan menyeluruh yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial masyarakat.
“Posyandu 6 SPM bukan sekadar program, tetapi sebuah kebutuhan. Kita ingin memastikan bahwa seluruh anak di Kota Ambon memperoleh hak dasar mereka secara utuh, mulai dari kesehatan hingga perlindungan. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi yang unggul,” tegas Lisa.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam setiap kegiatan Posyandu. Menurutnya, kesadaran keluarga untuk rutin membawa anak ke Posyandu merupakan faktor kunci dalam mendeteksi dini berbagai permasalahan kesehatan, termasuk stunting yang masih menjadi isu nasional.
Lisa menilai, masa emas pertumbuhan anak tidak boleh disia-siakan. Oleh karena itu, Posyandu harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang sekaligus edukasi bagi orang tua dalam menerapkan pola asuh yang sehat dan tepat.
Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menunjukkan adanya komitmen nyata Pemerintah Kota Ambon dalam membangun sinergi lintas sektor. Kolaborasi ini dinilai sangat penting untuk memastikan implementasi Posyandu 6 SPM dapat berjalan secara efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan negeri.
Kehadiran OPD juga menjadi bukti bahwa penguatan Posyandu tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial. Dengan demikian, Posyandu benar-benar menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.
Selain itu, Lisa Wattimena juga memberikan perhatian khusus terhadap peran kader Posyandu. Ia menegaskan bahwa kader merupakan ujung tombak pelayanan yang harus terus diberdayakan dan ditingkatkan kapasitasnya, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan.
“Kader Posyandu adalah kekuatan utama kita di lapangan. Tanpa mereka, program ini tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, mereka harus didukung, dilatih, dan diperkuat agar mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Transformasi Posyandu berbasis 6 SPM diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus mempercepat penanganan berbagai isu kesehatan masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, kader, dan masyarakat, Posyandu di Kota Ambon diharapkan mampu berkembang menjadi pusat layanan yang tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan zaman, demi masa depan generasi yang lebih baik. (BN GRACE)





