![]() |
| Prof. DR. John Piris, MH |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Pemerintah Pusat sudah membuka diri untuk membicarakaan soal Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Provinsi Makuku.
Prof. DR. John Piris, MH anggota Komite IV DPD RI kepada wartawan di Hotel Manise Jumat (2/1/2015) mengatakan, Komite IV DPD RI ini sudah bicara terbuka soal LIN di Maluku, itu juga dikaitkan dengan poros maritim.
Menurut Prof. Piris, defacto menunjukkan bahwa Maluku bukan saja Lumbung Ikan Nasional namun Lumbung Ikan Dunia, karena banyak kapal asing yang menangkap ikan di perairan Maluku.
Untuk mendukung LIN di Maluku maka industri hulu dan hilir perikanan sudah harus ada di Maluku. Industri hulu itu untuk menagkap ikan-ikan yang berkualitas ekspor dalam bentuk ikan mentah, sedangkan industri hilir adalah pabrik-pabrik yang memproduksi ikan kaleng, tepung ikan dan lain sebagainya.
Prof. Piris mencontohkan dibeberapa negara seperti Nurwegia dan Finlandia memproduksi tepung ikan menjadi makanan ternak, makanan ikan, makanan ayam dan itu diproduksi dari tulang-tulang dan kepala ikan.
Dikatakan, selama ini masyarakat Maluku hanya mengkonsumsi minyak ikan Salmon, sementara minyak ikan Tuna belum yang bisa diambil dari bagian jantung ikan Tuna.
Selain itu, bagamana Laor (cacing laut) bisa dijadikan kapsul, sehingga kita mengkonsumsi 1 buah kapsul sama dengan kita mengkonsumsi 1 kg Laor, begitu juga rumput laut yang seperti di Korea sudah dijadikan kosmetik, bedak-bedak dan obat untuk melicinkan kulit wanita.
Untuk itu Prof Piris menyarankan, agar Pemerintah Daerah bisa menarik investor ke Maluku untuk membangun industri hulu dan hilir perikanan di daerah ini, untuk meningkatkan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.(BN-02)
