Lapalelo: Soal Pelaksanaan PSBB, Mari Kita Belajar Dari Sikap Walikota Ambon

Ambon, Bedahnusantara.com: Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon sudah mulai dijalankan oleh Pemerintah Kota sejak 22 Juni 2020.

eddy%2Bcovid%2Bwali
Lapalelo: Soal Pelaksanaan PSBB, Mari Kita Belajar Dari Sikap Walikota Ambon



Berbagai kalangan dan masyarakat kemudian mulai melaksanakannya dengan sejumlah tanggapan, namun tak ajarang ada pula pihak yang kemudian mencoba memperkeruh suasana situasi PSBB ini dengan berbagai tanggapan yang terkesan tidak mendidik masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Edison Lalapelo, selaku pengamat Politik dan Peneliti dari Parameter Research dan Consultant ketika dimintai pandangannya mengungkapkan; saya baru saja beberapa menit yang lalu balik, kami dengan beberapa teman-teman di rumah gerakan maranatha 24 kami putar keliling-keliling melihat hari pertama pemberlakukan atau dilaksanakannya PSBB di kota ambon.

“Saya kira untuk PSBB ini saya mulai dari sini bawa, saya mengajak kita semua masyarakat di kota ambon, siapapun dia dan apapun kepentingannya untuk mari kita mendukung semua langkah yang telah diambil oleh Pemerintah,”.

Mengapa demikian katanya, sebab setelah melakukan pemantuan atau perjalanan kami tadi dan kami melihat susasana pasca penetapan pemberlakukan PSBB oleh Pemerintah Kota Ambon, maka ada satu hal yang sangat sederhana yang ingin saya sampaikan yakni; kami mau mengajak semua masyarakat kota ambon, mari kita berpikir positif terhadap keputusan pemerintah kota terkait PSBB ini.

Sebab lanjutnya, terhadap keputusan yang sudah diambil untuk pemberlakuan PSBB di Kota Ambon, bagi kami ini adalah sebuah keputusan yang bukan secara sepihak diambil oleh Pemerintah Kota Ambon, akan tetapi hal ini merupakan rangkaian tahapan dari Pemerintah Kota Ambon, kemudian Pemerintah Provinsi Maluku, Bahkan juga melibatkan pemerintah Pusat.

“Olehnya sekali lagi saya mau mempertegas hal ini, mengapa? agar masyarakat bisa paham, bahwa keputusan terkait PSBB itu bukan hanya sekedar tanggung jawab pemerintah Kota Ambon, akan tetapi hal tersebut juga ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan, sehingga hal itu menjadi satu keputusan yang juga melibatkan semua jenjang Pemerintahan,”.

Karena itu, hal ini (PSBB) yang menjadi keputusan pemerintah ini, mesti kita terima secara baik dengan pola berfikir positif. Karena tujuan utama dari diberlakukannya PSBB di Kota Ambon, adalah semata-mata hanya ingin memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.


Karena itu sekali lagi, setelah mengamati hari pertama pelaksanaan PSBB disaat ini, maka saya mengajak semua masyarakat kota ambon untuk menerima, untuk melaksanakan, untuk mengikuti semua proses yang sesuai dengan semua hal yang tertuang dan yang sudah disampaikan dalam aturan PSBB dengan berfikir positif.

Mengapa kemudian saya memintakan agar kita semua berfikir positif, karna jika saya harus berkata jujur, saya adalah orang yang sangat sering dalam mengkoreksi semua pihak termasuk Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, baik Walikota dan juga Gubernur. Akan tetapi semua koreksi saya tersebut, saya dasari dengan berbagai catatan.

” Oleh sebab itu, bagi saya, kalau hari ini semua hal yang terjadi kita sikapi dan lihat dengan cara yang positif, maka saya meyakini sungguh semua akan baik-baik saja,”.

Hal ini saya tegaskan, sebab saya mau mengajak kita semua belajar dari satu tokoh, yakni Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Sesuai yang kita ketahui bersama, baru beberapa hari lalu Pak Walikota Ambon itu, dalam beberapa pernyataan baik oleh Gubernur Maluku pak Murad Ismail, menyatakan bahwa ” Walikota jangan cengeng”. Selain itu ada juga pernyataan ketua Sinode GPM yang menyatakan bahwa Walikota Ambon dan Pemkot Ambon tidak punya konsep dalam menangani Covid-19.

” Saya melihat dan belajar satu hal dari Pak Walikota, yakni; dalam merespon semua pernyataan tersebut (Baik Gubernur Maupun Ketua Sinode). Pak Walikota malah mengajak semua pihak untuk melihat dan meresponi semua pernyataan tersebut dengan berfikir positif, dan hasilnya seperti hari ini yang kita bisa lihat bahwa, dengan cara berfikir positif akan menghasilkan situasi yang baik dan positif pula”.

Beliau bahkan, Tambahnya, menyatakan bahwa semua sindidiran dan cercaan atau pernyataan tersebut, semakin membuat beliau (Walikota), beserta dengan jajarannya semakin bersemangat untuk bekerja dan dirinya bahkan merasa diangkat oleh semua pernyataan miring yang disampaikan itu.

Olehnya, saya kira dan saya meyakini dengan sungguh bahwa, akibat dari sikap positif Walikota yang selalu berfikir positif ini, kemudian menghasilkan fakta bahwa hubungan Pak Walikota bersama Pak Gubernur dan juga Pak Ketua Sinode dalam keadaan baik-baik saja.

Hal ini dikarenakan Pak Walikota, bersama Pemerintah Kota Ambon meresponi semua hal itu dengan berfikir positif, bahkan bukan hanya berfikir positif, Pak Walikota bahkan menyampaikan bahwa dirinya mendoakan semua proses yang sementara berjalan.

Dengan demikian, sekali lagi saya mau katakan, mari kita belajar dari seorang Walikota Ambon, yang dalam menghadapi situasi apapun beliau selalu berfikir positif.
Karena itu soal PSBB ini, kalau ditanggapi dengan positif maka pelaksanaan PSBB ini akan menghasilkan sesuatu yang positif dan baik.

Sebab saya Hakul Yakin, PSBB ini akan berjalan dengan baik, jika yang melaksanakannya, mendasari itu dengan niat dan tujuan yang positif. Ditopang dengan sikap kita sebagai masyarakat yang juga meresponinya dengan berfikir positif, tentunya semua akan berujung pada kebaikan. (BN-08) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan