Kota Ambon Berhasil Keluar Dari Zona Merah

Ambon,Bedahnusantara.com:Kota Ambon kembali berhasil keluar dari zona merah (resiko tinggi) penyebaran covid-19. 

InShot 20210224 003218055


Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, Selasa (23/2) di Balai Kota, menjelaskan 

kota Ambon mengalami peningkatan 0,29 point dari minggu skor sebelumnya 1,76 menjadi 2,05 dan 

kembali masuk Zona Oranye (Resiko Sedang).

“Per tanggal 21 Februari 2021, kota Ambon berpindah dari zona merah ke zona oranye,” katanya.



Dirinya menjelaskan, beberapa waktu lalu Kota Ambon masuk pada zona merah penyebaran Covid-19,

lantaran tingkat kematian yang cukup tinggi, sehingga berpengaruh pada penurunan skor. Namun saat ini 

telah kembali ke naik ke Zona Oranye.



“Minggu lalu, skoring kita mengalami penurunan drastis karena tingkat kematian cukup tinggi, namun kita 

bersyukur minggu ini kembali naik, sehingga kita sudah berada di zona oranye,” Jelas Adriaansz.


Meski sudah masuk ke zona oranye, masyarakat tetap diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan 

yakni rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Selain itu, 

untuk mengurangi resiko kematian, maka disarankan kepada masyarakat untuk sesegera mungkin 

memeriksakan kesehatannya di puskesmas atau faskes terdekat jika memerlukan penanganan darurat.


“Tidak ada cara lain, hanya dengan mematuhi protokol kesehatan masyarakat dapat terlindungi dari 

penyebaran covid 19,” ungkapnya. 


Guna memutus mata rantai penyebaran covid 19, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dibantu aparat 

TNI/Polri akan terus melakukan operasi yustisi dan mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.


“Sanksi sosial dan rapid test di tempat jika ada kedapatan tidak memakai masker akan tetap dilakukan.


Pemerintah tidak akan pernah lengah, untuk berupaya memutus mata rantai penyebaran covid 19. Itu sasaran prioritas,”tandasnya. 



Untuk diketahui, hingga saat ini total kasus postif kota ambon mencapai 4557 jiwa, Dirawat 273, sembuh 

4224, dan meninggal 60 orang.( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan