Komisi II DPRD Maluku Raker Dengan PLN Maluku-Maluku Utara

Maluku, Bedahnusantara.com: Persoalan kelistrikan di Maluku hingga hari ini masih menjadi masalah yang pelik dan belum juga didapati solusinya.

BERITA 1
Suasana Rapat Komisi II DPR Maluku bersama Pihak PLN


Sekalipun telah berbagai daya dan upaya serta pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, akan tetapi hal ini masih belumlah memberikan hasil dan maksimal.


Oleh sebab itu Guna membahas permasalahan kelistrikan di wilayah Provinsi Maluku, Komisi II DPRD Maluku melakukan rapat kerja (raker) bersama PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku-Maluku Utara. yang berlangsung di gedung DPRD Provinsi maluku Senin (23/8).


“Rapat kerja dengan pihak PT. PLN, ini adalah untuk membahas permasalahan kelistrikan di Maluku,” Demikian diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Maluku, Saoda Tuanakota, kepada wartawan, usai rapat kerja tersebut.


Menurut Anggota Legislatif (Aleg) asal Partai Gerindra ini, di Provinsi Maluku, masih ada 53 titik atau lokasi yang belum di aliri listrik.

Dari 53 titik tersebut, lanjut Saoda, 16 titik baru selesai dikerjakan.


“Yang baru diselesaikan itu 16 titik. Masih kurang 37 titik yang harus kita selesaikan oleh PT. PLN,” katanya.


Menurutnya, PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku-Maluku Utara terkendala dengan pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat (Pempus). 


Selain itu, lanjutnya, pihak PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku-Maluku Utara juga terkendala dengan regulasi yang dibuat Pempus, dimana yang dikehendaki harus menggunakan gas.


“Regulasi menghendaki untuk gas. Namun karena faktor kekhususan wilayah, Maluku bisa memakai diesel,” ungkap Saoda.


Ia mencontohkan, di Kabupaten Kepulauan Aru, hanya Dobo saja yang teraliri listrik. Sementara di pulau-pulau sekitar, tidak teraliri listrik.


“Aru yang nyala cuma di Dobo. Pulau – pulau lain, listrik sudah tidak ada. Maka itu memang kalau disamakan dengan daerah lain, itu susah sekali,” kata Saoda.


Dirinya berharap, hasil koordinasi antara Gubernur Maluku dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), nantinya bisa berdampak untuk PT. PLN bisa mengatasi kelistrikan yang ada di Maluku.


“Mudah- mudahan PLN bisa melakukan ini dan  dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah,” kata Saoda. (BN-10)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan