Ambon,Bedahnusantara.com- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku, Wahid Laitupa dinilai tidak dewasa dalam berpolitik.
Hal ini disampaikan, Ketua Komisi IV DPRD Maluku Samson Atapary kepada wartawan, Senin (24/7/2023).
Dia mengakui, Laitupa telah menyatakan perang melawan PDI Perjuangan akibat pernyataan pihaknya, terkait dugaan pertanggungjawaban fiktif oleh Ketua Kwarda Pramuka Maluku atas dana hibah dari Pemerintah Provinsi Maluku sebesar Rp 2,5 M pada anggaran tahun 2022.
“Saya sangat menyesal dengan pernyataan pak Laitupa sebagai Ketua DPW PAN Maluku yang menyatakan perang terkait dugaan pertanggungjawaban fiktif oleh Ketua Kwarda Pramuka Maluku,” ujarnya.
Anehnya, kata dia dalam setiap peryataan yang disampaikan oleh pihaknya tidak menyebutkan atau menyingung nama partai manapun.
“Jujur saya sangat kecewa dengan karena, dalam peryataan beta tidak menyebutkan nama partai maupun nama orang dalam pemberitaan tersebut,” paparnya.
Dia menuturkan, Komisi IV DPRD Maluku ditugaskan untuk melakukan pengawasan terhadap APBD, makanya dana hibah kwarda Provinsi Maluku merupakan tugas dan tanggung jawab, karena masih dalam tahap pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) APBD Tahun 2022.
“Selama ini, hubungan antar partai baik-baik saja, karen peryataan saya sebagai Ketua Komisi IV,” ungkapnya.
Dia menyampaikan, pernyataan perang yang disampaikan Laitupa merupakan suatu bukti bahwa, beliau tidak dewasa dalam berpolitik.
“Kalau sudah di giring ke hal diluar itu menurutnya tidak dewasa dalam berpolitik, apalagi mengancam sampai mengangkat bendera perang,” ketusnya. ( BN – Norina)






