Kepatuhan Umat Kristen Untuk Rayakan Natal Dengan Prokes Ketat Perlu Diapresiasi

Ambon, Bedahnusantara.com: Perayaan Natal Kristus Tahun 2020 di Kota Ambon dilaksanakan dengan semarak dan penuh sukacita, walaupun pada kenyataanya diluar sana terdapat pandemi Covid-19 yang melanda kota ini.

InShot 20210101 002654435


Iman Umat Kristen terlihat tidak terganggu sedikitpun dengan sejumlah bahaya yang dikabarkan selama kurang lebih 8 bulan terakhir. Mereka terlihat begitu bersukacita dan bersyukur bisa merayakan Natal Kristus Tahun 2020, walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.


” Kami tidak takut kepada Covid-19, sebab Iman kami dalam Kristus Yesus lebih besar, dan Yesus lahir ke dunia juga untuk menebus dan membebaskan kami dari semua ketakutakan dan bahaya, termasuk Pandemi Covid-19,” demikian diungkapakan oleh sejumlah umat Kristiani yang berhasil dimintai tanggapannya terkait Natal di Era Pandemi Covid-19.


Ketika dimintai pendapatnya terkait bahaya virus Covid-19 dan pelaksanaan Protokoler Kesehatan selama pelaksanaan perayaan Natal, mereka menyatakan tidak mempersoalkan hal tersebut dan menyatakan hal itu adalah baik untuk dilakukan.


Bagi kami lanjut mereka, Pandemi tidak perlu ditakuti, cukup kita waspada dan mematuhi anjuran pemerintah terkait protokoler kesehatan, yakni taat memakai masker dimana saja beraktifitas termasuk di dalam gereja, tatati kebiasaan mencuci tangan, dan menjaga jarak aman, serta menghindari kerumunan yang tidak penting.


” semua protokoler kesehatan tersebut telah kami taati secara baik, bung donk bisa cek saja disemua gereja dan tempat ibadah semua umat Kristen yang ikut Ibadah dari Ibadah biasa, sampai dengan Ibadah Natal tetap menaati protokol kesehatan,” terang mereka dengan bangga.


Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Maluku Barnabas N. Orno yang mengapresiasi pelaksanaan ibadah dan misa persiapan Natal di Kota Ambon, yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.


“Saya bersyukur dan mengapresiasi penerapan prokes secara ketat dalam ibadah maupun misa Natal di Kota Ambon, guna mencegah penyebaran terutama munculnya klaster baru COVID-19,” kata Wagub usai menghadiri ibadah persiapan Natal di Gereja Maranatha.


Dirinya juga mengapresiasi kesiapan para penanggung jawab dan pengelola gedung gereja, kathedral maupun paroki dalam menerapkan prokes secara ketat, bahkan sebagian gereja di antaranya membentuk tim kecil yang bertugas untuk mengawasi penerapannya terhadap umat Kristiani yang datang menghadiri beribadah.


Menurutnya, perayaan Natal 2020 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana selain menerapkan protokol kesehatan terutama 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), jumlah umat yang hadir juga dibatasi 50 persen dari kapatitas tempat ibadah.


“Kita semua harus mengambil hikmah perayaan Natal tahun ini bahwa ada rencana Allah dibalik pandemi COVID-19, agar manusia lebih percaya dan meyakini kebesaran Allah sebagai sang pencipta,” ujarnya.


Tidak hanya itu berdasarkan pemantauan media ini, seluruh umat kristen terpantau sungguh memathui anjuran pemerintah dan juga himbauan dari pemimpin umat yang disampaikan kepada mereka, baik oleh Sinode GPM maupun juga oleh Keuskupan Diosis Amboina.


Yang mana seperti dalam pemberitaan sebelumnya, pihak Sinode GPM telah memberikan himbauannya yakni lewat Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Keuskupan Amboina kemudian mengeluarkan seruan (himbauan) kepada segenap warga gereja dan umat untuk tetap menaati protokol kesehatan COVID-19 saat merayakan Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021 nanti.


“Kami mengingatkan warga gereja dan umat untuk tetap taat menerapkan protokol kesehatan saat perayaan Natal dan Tahun Baru, dengan tetap taat memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak aman, saat melaksanakan berbagai kegiatan ibadah dalam merayakan Natal juga Tahun Baru” kata Ketua BPH Sinode GPM Pendeta Ates JS Werinussa di Ambon.


Senada dengan itu Uskup Diosis Amboina, Mansinyur PC Mandagie mengaku telah menyampaikan instruksi kepada seluruh Umat Katholik di Maluku terkait pelaksanaan misa persiapan Natal pada 24 Desember 2020.


“Surat edarannya menyangkut misa Natal 2020 telah disampaikan beberapa waktu lalu dan diharapkan seluruh umat dapat mematuhinya, terutama menghindari kerumunan,” kata Uskup.


Menyangkut misa Natal di seluruh Keuskupan maupun paroki diatur sebanyak dua kali pada 24-25 Desember 2020, guna menghindari kerumunan warga Katholik saat perayaan Natal.


“Kami berharap umat Katolik di Ambon dan sekitarnya selalu taat penerapan protokol kesehatan, dengan setia dan taat menggunakan masker, rajin mencuci tangan d, juga menjaga jarak aman ketika beraktifitas guna mencegah penularan pandemi COVID-19,” Tutupnya.(BN-06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan