![]() |
| Ilustrasi APMS |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Kepala Pemasaran Pertamina Ambon, Fandy diduga sengaja menghambat proses berdirinya Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) yang rencananya akan di dirikan di Negeri Haria Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah.
Padahal kebutuhan masyarakat Saparua dan Haria pada khususnya akan kebutuhan Bahan Bakam Minyak (BBM) sangati tinggi.
Bahkan tidak jarang terjadi kelangkaan BBM di Haria dan sekitarnya. Hal mana menyebabkan masyarakat Haria harus rela menyeberangi lautan menuju Tulehu untuk membeli BBM.
Namun sayangnya Kepala Pemasaran Pertamina Ambon, Fandy diduga sengaja menghambat berdirinya APMS di Haria, yang dipercaya dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Haria dan sekitarnya.
Hal tersebut diungkapkan Yustin Tuny SH, kuasa hukum PT.Imanuel Pratama salah satu perusahaan swasta yang hendak mendirikan APMS di Haria kepada wartawan Sabtu (30/5).
Diungkapkan Tuny, kliennya sejak tahun 2011 telah berupaya memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Kecamatan Saparua.
Apa yang dilakukan PT. Imanuel Pratama ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat Kecamatan Saparua, khususnya masyarakat Negeri HaPMS rencananya akan didirikan.
“Dukungan ini juga terlihat dari adanya rekomendasi Bupati Maluku Tengah Nomor 503/511/02/REK/2013 tanggal 25 Januari 2013 tentang rekomendasi APMS.
Selain itu juga kelin kami telah mengantongi rekomendasi dari Dinas energy dan Sumber Daya Mineral Maluku Tengah nomor 545/03/RKBBM/DPE.MT/III/2014 tanggal 29 Maret 2014, “ jelas Tuny.
Dan dukungan berupaya syarat admnistrasi tersebut lanjut Tuny telah diserahkan sepenuhnya ke Pertamina Cabang Ambon dan pada 3 Maret 2015, Pertamina lewat Kepala Pemasaran Pertamina Ambon, Fandy telah melakukan peninjauan lokasi pembangunan APMS di Haria.
Namun sejak kunjungan Fandy hingga kini tambah Tuny, kliennya belum mendapat kabar apa-apa terkait rencana pembangunan APMS tersebut.
“Ada apa sebenarnya sehingga Kepala Pemasaran Pertamina Ambon tidak memberikan respons apa-apa kepada klien kami. Bahkan beberapa kali kami menanyakan langsung hal itu ke Pertamina tapi tidak ada tanggapan apa-apa, ‘ ujarnya.
Dirinya menduga Kepala Pemasaran Pt Pertamina Ambon, Fandy mencoba menghalang-halangi proses pembangunan APMS milik PT. Imanuel Pratama lantaran adanya intervensi pihak-pihak tertentu.
“Ini berarti Pertamina cabang Ambon tidak mendukung ketersediaan BBM bagi masyarakat Saparua dan sekitarnya, “ pungkas Tuny. (BN-08)






