Kembalikan Tradisi Lari Obor Pattimura

ka Michael
Michael Palijama

Ambon, Bedah Nusantara.com: Perayaan Hari Pattimura setiap tanggal 15 Mei, merupakan momentum yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia, terkhusus bagi Provinsi Maluku.

Setiap tahunya, perayaan tersebut hanya berpusat di Saparua Kabupaten Maluku Tengah, akan tetapi sebuah tradisi lama yang sangat sarat dengan makna perjuangan Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan Kapitan Pattimura,telah lama tidak lagi dilakukan oleh Masyarakat Maluku.

Tradisi lari Obor “Pattimura”, sudah sejak beberap tahun belakangan ini tidak lagi dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. demikian penjelasan salah seorang anak Maluku berdarah Saparua Michael Palijama, kepada media ini Senin (15/5) di Ambon.

Menurut Palijama, apa yang telah menjadi warisan para leluhur semestinya dijaga dan dilestarikan, bukan malah dihilangkan sebab itu merupakan warisan dari sejarah.

” Kalau kita mengingat jauh ke tiga puluh tahun yang lalu, setiap tahun pada saat perayaan Hari Pattimura, akan terlihat begitu berarti dan menjadi hal yang sangat menggemparkan bagi Masyarakat Maluku dan berbagai daerah yang selalu menjadi tempat dilewatinya Obor Pattimura”.

Namun kini tradisi ini telah hilang dan sengaja dihilangkan, hanya karena sebuah tindakan yang tidak mencerminkan pribadi orang Maluku.

” apa yang terjadi pada beberapa Tahun silam, biarlah menjadi pelajaran berharga kepada semua pihak, akan tetapi kini Maluku dan semua daerah yang ada di Provinsi seribu pulau ini, sudah tidak lagi hidup dalam dinamika konflik, sehingga jangan lagi kita menjadikan konflik sebagai alasan untuk menghilangkan jati diri orang Maluku, yang selalu berkobar layaknya nyala api dari Obor Pattimura yang tidak pernah padam walau diterpa angin dan hujan”.

Oleh sebab itu apa yang telah lama ditinggalkan ini, mestinya dihidupkan kembali dengan cara yang baik dan menjadikan budaya ini sebagai hal yang patut untuk dilestarikan, sehingga kesakralan dari Obor Pattimura yang tidak pernah padam walau dibawa melintasi angin dan hujan ini, bisa menghindupkan lagi semangat Basudara, pela gandong diantara seluruh Masyarakat Maluku.

” saya berharap hal ini dapat dimaknai dengan baik dan pemerintah bisa menindak lanjutinya, sebab ini adalah warisan sejarah dan peninggalan pera leluhur yang telah mendedikasikan seluruh hidup mereka demi kemerdekaan yang hari ini bisa kita nikamati bersama”. Jelas Palijama (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan