Kapolresta Ambon: Wariskan Damai, Bukan Luka

dfc8d12d bd57 4b33 a920 09e9195cd4df

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com — Persaudaraan dan perdamaian harus menjadi warisan utama bagi generasi mendatang. Pesan itu disampaikan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., dalam doa dan pergumulan bersama yang turut membawa harapan bagi masyarakat di Pulau Haruku, Samet, hingga Pulau Oma agar senantiasa hidup dalam suasana damai dan sejahtera.

Andrias mengatakan, doa dan pergumulan yang dilakukan bukan untuk mencari siapa yang paling benar maupun siapa yang paling salah. Sebaliknya, seluruh persoalan, luka, pergumulan dan harapan masyarakat harus diserahkan kepada Tuhan dengan hati yang rendah.

“Hari ini kita datang dalam doa dan pergumulan, bukan untuk mencari siapa yang paling benar atau siapa yang paling salah. Kita datang dengan hati yang rendah di hadapan Tuhan, menyerahkan semua persoalan, pergumulan, luka dan harapan masyarakat kita pada-Nya,” ujar Andrias.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement

Menurutnya, malam pergumulan tersebut tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan doa semata. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk bersama-sama mendoakan masyarakat dan memperkuat pasodaraan.

“Kita jadikan malam pergumulan ini bukan hanya sebagai doa dan sikap, tetapi sebagai doa untuk kita dan pasodaraan kita,” katanya.

Andrias menegaskan, kerukunan tidak berarti masyarakat harus hidup tanpa perbedaan. Justru, keberagaman harus mampu dijembatani dengan kasih, persaudaraan dan penghormatan terhadap satu dengan yang lain.

“Kerukunan bukan berarti tidak ada perbedaan, tetapi bagaimana kita mampu mengalahkan dengan kasih dan persaudaraan yang kita wariskan kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Dalam konteks kehidupan masyarakat di wilayah Pulau Haruku, termasuk Samet dan Pulau Oma, Andrias mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.

Ia menilai, apa yang dibangun masyarakat hari ini akan menentukan kehidupan generasi berikutnya. Karena itu, masyarakat harus memastikan bahwa anak cucu tidak mewarisi luka, konflik dan kebencian.

“Wariskanlah damai, persaudaraan, toleransi, kasih dan penghormatan satu dengan yang lain,” ujarnya.

Ia berharap Pulau Haruku, Samet dan Pulau Oma terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi persaudaraan, hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

Menurutnya, keamanan dan kedamaian bukan semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Dengan semangat pasodaraan, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa mengorbankan persatuan.

Andrias pun mengajak masyarakat untuk menjadikan doa sebagai kekuatan dalam menjaga kehidupan bersama, sehingga damai tidak hanya menjadi harapan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan