Patahuwe-Lisabata Kondusif, Rositah Minta Warga Tak Terprovokasi

633d234b edea 4f46 a17f ecf59da6b41c

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan situasi di Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mulai kondusif, setelah aparat melakukan penyekatan dan memisahkan konsentrasi massa, guna mencegah bentrokan kembali terjadi.

Rositah mengatakan, langkah pengamanan dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan antara warga kedua desa, yang sempat memuncak hingga terjadi pembakaran rumah warga Desa Patahuwe.

“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” kata Rositah, Sabtu (12/9/2026).

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement

Menurutnya, aparat langsung melakukan penyekatan di sejumlah titik, untuk mencegah warga dari kedua desa kembali bertemu.

Selain itu, masyarakat juga diarahkan untuk kembali ke wilayah masing-masing, guna menghindari terjadinya bentrokan lanjutan.

Rositah menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan situasi tersebut.

Aparat, kata dia, berupaya agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar, dan merembet ke wilayah lain.

“Yang menjadi prioritas kami adalah, keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu, personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan, agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan pencegahan, serta pendekatan persuasif. Masyarakat di kedua desa juga diminta, untuk tidak mengambil tindakan sendiri maupun melakukan aksi balasan.

“Situasi sudah kondusif. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan, serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegas Rositah.

Rositah juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat, untuk mengambil peran dalam meredam ketegangan.

“Persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Kami mengajak seluruh masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri, dan memberikan ruang kepada aparat bersama pemerintah, serta para tokoh masyarakat guna mencari penyelesaian secara damai,” katanya.

Untuk memastikan situasi tetap terkendali, sebanyak 92 personel gabungan dikerahkan ke wilayah Patahuwe dan Lisabata.

Personel tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengamanan, sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan susulan.

Rositah memastikan, kepolisian masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Pengamanan juga diperkuat, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, yang tidak terlibat dalam persoalan tersebut.

“Polri hadir, untuk menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat. Kami memastikan, situasi tetap terlokalisir dan tidak berkembang ke wilayah lain. Saat ini kondisi berangsur-angsur kembali kondusif, namun personel tetap disiagakan, untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Rositah kembali mengingatkan masyarakat, agar tidak terpancing isu maupun informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Menurutnya, kondisi yang mulai kondusif harus dijaga bersama agar tidak kembali memanas.

“Kepolisian juga meminta dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan para tokoh masyarakat, untuk membantu menjaga keamanan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan musyawarah,” pinta dia.

Sementara itu, Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Revindo Pradikta Rulando mengatakan, pengerahan personel gabungan dilakukan sebagai langkah antisipasi, agar tidak terjadi aksi lanjutan.

Menurut Kapolres, aparat bersama unsur TNI dan pemerintah daerah langsung turun melakukan penyekatan, sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat, agar kembali ke desa masing-masing.

“Kami bersama unsur TNI dan Pemerintah Daerah langsung melakukan penyekatan, serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat, agar kembali ke desa masing-masing. Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami kerahkan ke lokasi, untuk membantu mengendalikan situasi,” kata Kapolres SBB.

Selain pengamanan fisik di lapangan, aparat juga membangun komunikasi dengan para tokoh dari kedua desa. Langkah tersebut dilakukan, untuk mendorong masyarakat menahan diri, dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi memperburuk keadaan.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kedua desa, agar bersama-sama membantu menenangkan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk menahan diri, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” sebutnya.

Berdasarkan laporan yang diterima aparat, rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT, ketika terjadi kebakaran di kawasan kebun milik salah seorang warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel.

Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi, untuk membantu proses pemadaman. Setelah warga Patahuwe meninggalkan lokasi dan kembali ke desanya, situasi kembali berkembang hingga terjadi pengumpulan massa.

Sekitar pukul 16.00 WIT, warga dari kedua pihak sempat berkumpul. Koordinasi dengan unsur Muspika Taniwel kemudian dilakukan, dan warga Desa Lisabata diarahkan kembali ke wilayahnya masing-masing, sehingga keadaan untuk sementara dapat dikendalikan.

Namun, ketegangan kembali muncul sekitar pukul 18.55 WIT. Situasi tersebut kemudian berujung pada pembakaran sejumlah rumah milik warga Desa Patahuwe.

Aparat gabungan selanjutnya melakukan penyekatan, untuk memisahkan kumpulan massa dari kedua desa. Penjagaan juga diperkuat di sejumlah titik, guna mencegah terjadinya aksi susulan.

Sementara terkait rumah warga yang terbakar, Kapolres mengatakan, pendataan masih dilakukan oleh aparat di lapangan. Data mengenai jumlah kerusakan maupun perkembangan penanganannya akan disampaikan, setelah proses pendataan selesai.

Kapolres kembali meminta masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri, serta tidak melakukan aksi yang dapat memperluas persoalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jangan melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan. Situasi sudah dapat kami kendalikan dan kami akan terus melakukan pengamanan serta komunikasi dengan seluruh pihak,” tandas Kapolres. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan