Kadis ESDM Maluku Minta Masyarakat Tak Panik, Stok BBM dan LPG Masih Aman

IMG 20260213 WA0048 scaled

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Dr. Abdul Haris, S.Pi., M.Si., memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Maluku dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikannya di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026).

Abdul Haris menjelaskan, kelangkaan yang sempat terjadi di beberapa daerah lebih disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari agen ke penyalur, bukan karena kekosongan stok di tingkat penyedia.

“Kadang yang terjadi di masyarakat adalah panic buying. Misalnya ada agen yang terlambat melakukan droping karena penyalur belum melakukan pembayaran. Sistemnya memang harus dibayar dulu baru barang di-drop. Kalau belum dibayar, tentu belum bisa disalurkan. Hal-hal seperti ini yang kemudian memicu kepanikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, ketika terjadi keterlambatan distribusi minyak tanah di suatu wilayah, masyarakat langsung berbondong-bondong membeli di daerah lain sehingga stok di lokasi tersebut ikut terdampak. Padahal secara keseluruhan, stok masih tersedia hingga akhir bulan.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila terjadi keterlambatan distribusi. Jika ditemukan kendala di lapangan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat atau Dinas ESDM Provinsi agar segera dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama pemerintah daerah serta DPRD.

“Kalau memang dibutuhkan, bisa dilakukan ekstra dropping tanpa harus menunggu situasi semakin memburuk. Pemerintah selalu siap melakukan langkah antisipasi,” tegasnya.

Terkait stok solar bersubsidi, Abdul Haris menyebutkan saat ini tersedia sebanyak 14.625 kiloliter, dengan rata-rata konsumsi harian sekitar 1.625 kiloliter. Dengan demikian, stok masih mencukupi hingga enam hari ke depan atau sampai 18 Februari 2026.

Sementara untuk LPG, stok yang tersedia saat ini mencapai 8.101 metrik ton. Dengan rata-rata konsumsi sekitar 800 metrik ton per hari, maka ketersediaan LPG dipastikan aman hingga 25 hari ke depan atau sekitar 20 Maret 2026.

Ia menegaskan, Dinas ESDM terus membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna menjaga kelancaran rantai distribusi kebutuhan energi masyarakat. Meski tidak terdapat Dinas ESDM di tingkat kabupaten/kota, koordinasi tetap dilakukan melalui dinas terkait di daerah.

“Kami berharap bupati dan wali kota juga terus memberi perhatian terhadap distribusi energi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Jika ada keterlambatan droping, segera diinformasikan agar bisa cepat ditindaklanjuti,” katanya.

Abdul Haris kembali menekankan bahwa stok BBM dan LPG di Maluku dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan