Ketua Majelis Latupati Kota Ambon: Bangun Perubahan dari Pikiran dan Hati

IMG 3587 scaled

Editor: Redaksi

AMBON,  Bedahnusantara.com: Ketua Majelis Latupati Kota Ambon saat ini dijabat oleh Reza Valdo Maspaitella (Raja Negeri Rutong), mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun cara pandang yang positif dalam menyampaikan pendapat maupun menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Menurut Reza, setiap gagasan, pendapat, maupun informasi yang disampaikan kepada publik harus berangkat dari pikiran yang jernih serta niat dan motivasi hati yang baik. Hal tersebut penting agar apa yang disampaikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pertama-tama kita sebagai seluruh insan manusia harus berpijak mulai dari pikiran dan hati kita. Di dalam apa pun yang kita ingin sampaikan, harus dilandasi dengan sebuah pikiran yang jernih dan motivasi hati yang baik,” ujar Reza saat diwawancarai langsung di Hotel Santika Ambon, Selasa (11/8/2026).

Ia menegaskan, niat menjadi bagian penting sebelum seseorang menyampaikan sebuah berita, pendapat maupun kritik. Menurutnya, setiap orang perlu terlebih dahulu melihat ke dalam dirinya dan memastikan tujuan dari apa yang hendak disampaikan.

“Karena sebelum kita menyampaikan sesuatu, berita, pendapat, kita harus mulai berpikir dan juga melihat ke dalam hati kita. Tujuannya ini apa sih kita mau sampaikan?” katanya.

Reza menjelaskan, penyampaian informasi atau pendapat idealnya memiliki tujuan yang jelas, terutama jika berkaitan dengan kondisi yang perlu diperbaiki. Kritik, kata dia, harus diarahkan untuk meluruskan sesuatu yang salah dan memperbaiki sesuatu yang belum benar.

“Apakah tujuannya dalam rangka untuk menyampaikan sebuah keadaan yang perlu diperbaiki? Apakah kita ingin menyampaikan sesuatu yang salah untuk kita luruskan? Apakah kita ingin menyampaikan sesuatu yang tidak benar untuk menjadi benar? Haruslah dimulai dari situ dulu,” ungkapnya.

Ia menilai, ketika suatu informasi atau pendapat diawali dengan niat yang benar, maka proses penyampaiannya hingga kesimpulan akhir akan memiliki arah yang selaras. Sebaliknya, apabila sejak awal sudah dilandasi niat buruk, iri hati maupun kepentingan negatif, maka informasi yang disampaikan berpotensi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau landasannya awalnya itu sudah benar, maka prosesnya waktu kita menyampaikan sebuah berita juga akan sejalan dengan awal daripada maksud dan tujuan pikiran dan hati kita,” ujarnya.

Karena itu, Reza berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyampaikan informasi, kritik maupun pendapat, sehingga apa yang disampaikan benar-benar bersifat konstruktif dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bersama.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan harapannya terhadap dialog terbuka yang melibatkan masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, ruang dialog diperlukan untuk menyamakan cara pandang dalam melihat berbagai persoalan sekaligus menentukan langkah bersama untuk membangun Kota Ambon.

“Harapan beta ini adalah pertama-tama ya, menyamakan cara pandang kita. Dengan menyamakan cara pandang tadi, maka kita bisa bergerak bersama-sama,” tuturnya.

Ia menilai, pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu. Seluruh komponen masyarakat memiliki peran sesuai kapasitas, pengalaman, talenta, keahlian dan keterampilan masing-masing.

Menurutnya, generasi muda memiliki ruang yang besar untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan dan menciptakan perubahan positif. Namun, kontribusi tersebut tidak berdiri sendiri karena membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kita semua sebagai komponen masyarakat di dalam melihat kota ini dengan segala hal yang baik, dengan segala hal yang perlu kita perbaiki. Kemudian kita mengambil bagian kita masing-masing, apa yang kita bisa lakukan untuk mengukir sejarah baru,” katanya.

Reza menyebut, setiap orang memiliki peran masing-masing, baik sebagai generasi muda, tokoh masyarakat, raja negeri, lurah, kepala desa, mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya.

“Apapun peran kita untuk kita bisa mengisi pembangunan ini sesuai dengan talenta kita, sesuai dengan keahlian kita, keterampilan kita,” jelasnya.

Menurut Reza, apabila seluruh potensi tersebut dapat disatukan melalui kerja sama dan kolaborasi, maka akan menjadi kekuatan besar dalam mendorong pembangunan.

“Tetapi kalau talenta dan keterampilan itu kita gabungkan, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat dalam kebersamaan dan kerja sama. Itu harapan beta,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan