Januari-Juli 2020, Basarnas Tangani 59 Kasus Kecelakaan Laut

Ambon, Bedahnusantara.com: Sebanyak 59 kejadian kecelakaan saat ini secara keseluruhan menjadi penanganan dari kantor SAR Basarnas Ambon dari Januari sampai Juli 2020.

basarnas%2Bambon
Januari-Juli 2020, Basarnas Tangani 59 Kasus Kecelakaan Laut



Namun yang paling mendominasi adalah kapal mati mesin. Kepala Basarnas Ambon Djunaidi mengungkapkan dimana saat ia mulai menjabat sampai disini KM Permata Bunda sudah mengalami lima kecelakaan pelayaran.

“Dimana saat saya menjabat disini sampai kemarin KM Permata Bunda itu sudah terjadi 5 kecelakaan pelayaran, padahal belum sampai satu bulan baru 21 hari disini,”Ungkap Djunaidi kepada wartawan di Kantor Basarnas Ambon.

Djunaidi juga menjelaskan dengan adanya kecelakaan ini, ia telah memprediksi bahwa Maluku memang sangat luar biasa dan ketinggian ombak tidak pernah berubah selama beberapa bulan terakhir ini.

“Dengan adanya kecelakaan ini, saya dapat memprediksi bahwa di Maluku ini memang sangat luar biasa karena ketinggian ombak tidak pernah berubah selama kurang lebih 4-5 bulan ini,”Jelas Djunaidi.

Djunaidi mengatakan perkiraan ombak dari BMKG sampai sekarang belum berubah, 1,5 meter hingga 2,5 meter. Setelah dirata-ratakan sampai ketinggannya sampai 2,5 meter sangat riskan sekali karena kondisi saat ini masih turun hujan.

“Sehingga kami dari basarnas telah mempersiapkan segalanya, pertama masalah personil, perawatan, mobilitas sehingga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita langsung menuju lokasi kurang lebih 25 menit kita langsung bergeser dari posisi kita untuk mencari pencarian dan pertolongan,”Kata Djunaidi.

Menurut Djunaidi, untuk disetiap kabupaten/kota pihaknya selalu melakukan koordinasi, karena Basarnas memiliki kondisi SAR sesuai UU nomor 29 Tahun 2014. Bahwa basarnas memiliki kompetensi TNI dan Polri kemudian potensi lain kemasyarakatan, organisasi, kemudian juga hal-hal lain mengenai kecelakaan ini.

“Kita memiliki 4 pos, pertama di Banda, Namlea, Tual, Saumlaki. Jadi 4 pos ini yang bisa ini membantu kita diseluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku. Untuk SBB dan Malteng saat ini masih di cover oleh kantor SAR Ambon,”Beber Djunaidi.

Djunaidi juga menghimbau kepada masyarakat, agar masyarakat bisa lebih mengerti dan paham terhadap kecelakaan laut. Kalau masyarakat sudah paham tentang kecelakaan laut berarti mereka telah paham tentang resiko kalau nanti akan mengalami celaka.

“Berarti masyarakat juga harus paham ketika ombak kencang, angin kuat dan gelombang tinggi jangan dulu keluar saat melaut atau melakukan pelayaran, karena akan sangat berbahaya untuk pribadi masing-masing,”Himbau Djunaidi. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan