AMBON, BEDAHNUSANTARA.COM – Puluhan massa dari organisasi Pemuda Maluku Bergerak (PMB) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (22/9), menuntut percepatan penyelesaian pembangunan jalan lingkar Ambalau di Kabupaten Buru Selatan yang sudah bertahun-tahun terbengkalai.
Pembangunan jalan sepanjang 24 kilometer ini baru rampung 10 kilometer beraspal, 7 kilometer berkerikil, dan sisanya masih berupa tanah. Kondisi ini memperparah isolasi masyarakat Ambalau dan menghambat perkembangan ekonomi lokal.
Koordinator aksi, Arman Lesilawang, menyatakan, “Jalan lingkar Ambalau adalah urat nadi masyarakat. Keterlambatan ini memperpanjang penderitaan rakyat. Kami mendesak DPRD Maluku menjadikan pembangunan jalan ini prioritas dan mengalihkan statusnya ke provinsi atau BPJN agar dana APBN bisa digunakan.”
PMB menilai keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dan meminta DPRD mendorong pengalihan kewenangan agar pembangunan bisa didanai lebih optimal. Mereka juga menuntut agar aspek lingkungan melalui AMDAL diperhatikan dalam pembangunan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa tuntutan penting, termasuk agar DPRD memanggil Pemkab Buru Selatan untuk menyelesaikan berkas peralihan status jalan dan melakukan kunjungan kerja untuk melihat kondisi riil di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rofik Afifudin, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan pembangunan jalan tetap bisa diperjuangkan walau status jalan masih kabupaten.
“Dengan Inpres Jalan Daerah, APBN bisa digunakan tanpa harus menaikkan status jalan. Ini soal political will pemerintah daerah,” jelas Rofik.
Ia menambahkan DPRD akan mengusulkan jalan lingkar Ambalau masuk dalam APBD 2026 jika belum mendapatkan perhatian dari Inpres Jalan Daerah. “Masyarakat sudah menyerahkan lahannya, tinggal kemauan politik yang menentukan,” katanya.
Aksi ini menjadi bukti bahwa kesabaran masyarakat Ambalau sudah habis. Kini, DPRD dan pemerintah daerah harus segera mengambil langkah nyata agar pembangunan jalan lingkar Ambalau dapat segera tuntas dan membawa kemajuan bagi masyarakat setempat. (BN Grace)





