Ambon,Bedahnusantara.com:Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Juni 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.
Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar Rupiah yang
terjaga, serta upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi.
Demikian siaran pers Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono Direktur Eksekutif Informasi Bank Indonesia, yang diterima media Bedahnusantara.com melalui humas KPw-BI Maluku di Ambon, Jumat (18/6/2021).
Menurut Erwin Haryono, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran Indonesia untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut melalui berbagai langkah kebijakan sebagai berikut:
1. Melanjutkan kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan
dengan fundamental dan mekanisme pasar;
2. Melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance
kebijakan moneter akomodatif;
3. Memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada
kenaikan suku bunga kredit baru, faktor-faktor yang menyebabkannya (peningkatan persepsi
risiko dan margin keuntungan), serta analisis SBDK Individual Bank (Lampiran);
4. Memperpanjang kebijakan penurunan nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit 1 persen.
dari outstanding atau maksimal Rp100.000,- sampai dengan 31 Desember 2021, untuk
mendorong penggunaan kartu kredit sebagai buffer konsumsi masyarakat dalam rangka
mendukung pemulihan ekonomi nasional;
5. Mempercepat program pendalaman pasar uang melalui penguatan kerangka pengaturan
pasar uang dan implementasi Electronic Trading Platform (ETP) Multimatching, khususnya
pasar uang Rupiah dan valas;
6. Memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan
sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.
Pada Juni dan Juli 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang,
Amerika Serikat (AS), Meksiko, Perancis, Swedia, Norwegia, Singapura, Australia, dan Tiongkok.
Memperhatikan berlanjutnya dinamika terkini di global maupun domestik, Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan
(KSSK), termasuk melalui implementasi Paket Kebijakan Terpadu KSSK, guna mempercepat
pemulihan ekonomi nasional.
Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait juga terus dilakukan untuk : Mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan, Meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas, dan Memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia.
Kinerja perekonomian dunia terus membaik sesuai prakiraan, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun. Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh pemulihan ekonomi AS yang semakin kuat, serta perbaikan ekonomi di Tiongkok dan sejumlah negara di kawasan Eropa yang terus berlangsung sejalan percepatan vaksinasi dan berlanjutnya stimulus kebijakan.
Sementara itu, ekonomi India diprakirakan makin melemah akibat kenaikan kasus Covid-19 dan perluasan pembatasan mobilitas. Berbagai indikator dini pada Mei 2021 mengonfirmasi pemulihan ekonomi global yang terus menguat, seperti tercermin pada Purchasing Managers’ Index (PMI), keyakinan konsumen, dan penjualan ritel di beberapa negara.
Volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga meningkat. Ketidakpastian pasar
keuangan global menurun sejalan dengan kejelasan arah kebijakan the Fed yang tetap
akomodatif dan berpandangan masih terlalu dini untuk pengurangan stimulus moneter (tapering) AS.
The Fed masih melanjutkan pembelian surat-surat berharga sampai dengan terdapat
perkembangan yang substansial terkait inflasi dan tenaga kerja. Perkembangan positif (BN-02)






