Imunisasi Harus Terus Diperjuangkan Pemerintah

Jakarta, Bedahnusantara.com: Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19, Prof. Kusnandi Rusmil menegaskan imunisasi merupakan hal penting yang harus terus diperjuangkan pemerintah.

kusnadi%2Brusmil
Prof. Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19



Dimana tujuan akhirnya adalah mencegah berbagai penyakit infeksi yang menjangkit anak-anak atau masyarakat usia dewasa.


“Kita harus bekerja keras untuk menanggulangi pandemi corona saat ini. Karena itu, Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga harus bekerja keras agar cakupan imunisasi di Indonesia meningkat”.


“Karena penyakit yang kerap mewabah itu, penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi,” terang ia dalam Dialog Produktif bertema ‘Berjuang Tanpa Lelah Menyiapkan Vaksin’ yang digelar di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN),.


Dikatakan, keberadaan vaksin untuk pandemi saat ini, menjadi secercah harapan dalam penanganan kasus COVID-19. Tentu, tingkat keamanan dan keefektifannya juga menjadi faktor yang dijaga dengan ketat.


Dengan demikian masyarakat diminta untuk tak khawatir dengan vaksin yang sementara dibuat, Sebab mendapat pengawasan dan pengawalan dalam proses uji klinis.

Diketahui, Prof. Kusnandi Rusmil merupakan salah pihak yang mengawal proses uji klinis vaksi COVID. Dimana ia memiliki pengalaman melakukan 26 uji klinis vaksin sepanjang karir profesionalnya.


Guru Besar Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran ini pun akhirnya kerap muncul di media massa untuk memberikan keterangan terkait perkembangan uji klinis kandidat vaksin COVID-19.


Tanggung jawab yang disematkan kepadanya itu tak lepas dari perjuangannya dalam meniti karir di dunia kesehatan. Lelaki kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini, merintis karirnya dari jenjang di puskesmas.


Dirinya menamatkan pendidikan dokter pada 1976 dan melanjutkan baktinya di puskesmas di Lampung. Prof. Kusnandi bekerja di pelosok Lampung selama 8 tahun, dan di saat itulah dia melihat sendiri betapa kompleks permasalahan kesehatan anak-anak saat itu. Apalagi, vaksin belum berkembang dengan baik.


Setelah sempat pindah tugas ke Sumatera Barat dan merampungkan pendidikan spesialis, Prof. Kusnandi lantas kembali ke Unpad untuk menjadi tenaga pengajar pediatri sosial. Dalam mata kuliah yang diajar, Prof. Kusnandi fokus memberi pelajaran mengenai imunisasi.


“Saya mendapat kepercayaan untuk melaksanakan hampir semua imunisasi. Jadi mulai dari imunisasi DPT, Hepatitis B, uji klinis fase I-II, kemudian pentabio, kemudian bersama Prof. Sri meneliti vaksin Dengue, kemudian vaksin pneumococcus,” ujar Prof. Kusnandi.


Kedekatan lokasi antara Unpad dan PT Bio Farma juga membuat keilmuan Prof. Kusnandi banyak digunakan dalam persiapan produksi berbagai macam vaksin. Nyaris seluruh produk vaksin yang dikembangkan Bio Farma melibatkan jasa Prof. Kusnandi.


Penjabat Sekda Papua Doren Wakerkwa di Jayapura mendorong seluruh pimpinan daerah di Bumi Cenderawasih agar mengkampanyekan gerakan menjalankan protokol kesehatan secara rutin, sambil menunggu proses imunisasi vaksin COVID-19 diedarkan.


Lebih khusus untuk 11 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada, ia meminta agar setiap kampanye maupun hal sejenis yang dilakukan, wajib mengedepankan keselamatan dan kesehatan masyarakat.


“Sebab dengan begitu, kita bisa menghindarkan diri kita dari penularan COVID-19 yang amat nyata dan dapat merugikan kita semua,” serunya.


Ia pada kesempatan itu menyambut baik upaya pemerintah pusat yang saat ini tengah mendorong pembuatan serta uji coba vaksin COVID-19 bagi seluruh rakyat Indonesia.


Hal itu dinilainya merupakan langkah tepat, demi menyelamatkan serta menanggulangi penyebaran virus corona di seluruh wilayah nusantara.


Oleh karena itu, masyarakat diimbau memberi dukungan penuh namun dia berharap pemerintah lebih dulu memastikan agar proses imunisasi itu aman untuk dilakukan kepada manusia, sebelum diedarkan ke publik.


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam kunjungannya ke Jayapura beberapa waktu lalu juga mengajak calon kepala daerah 11 kabupaten di Provinsi Papua yang mengikuti Pilkada serentak, agar menjadikan momentum Pilkada untuk beradu gagasan menekan penularan Covid-19.


Diantaranya dengan membagi-bagikan masker maupun hand sanitizer secara masif kepada masyarakat pemilih guna, menarik dukungan suara.


“Intinya momentum Pilkada kali ini kita balik, bukan jadi media penularan tapi justru menekan Covid-19 karena ada gerakan pembagian masker dan hand sanitizer untuk pemilih”.


“Dengan begitu kita yakin gerakan ini bisa mengurangi kurva penularan virus corona di Papua,” terang Mendagri Tito dalam konferensi pers, usai menghadiri rapat koordinasi kesiapan Pilkada serentak 2020, di Jayapura.


Tito berharap dengan menjadikan penanggulangan Covid-19 sebagai isu utama, isu primordialisme (kesukuan yang berlebihan), kekerasan, keagamaan dan lainnya, diharapkan dapat ditinggalkan.


Dengan demikian, semua kontestan Pilkada bisa sama-sama dengan pemerintah menekan laju penyebaran virus corona.  


“Contohnya kalau pemerintah daerah dalam menangani Covid-19 kurang maksimal kan bisa jadi ‘senjata’ bagi calon kepala daerah lain menyerang petahana. Sehingga petahana kemudian lebih sungguh-sungguh dengan segala sumber dayanya, menekan penyebaran covid-19”.


“Intinya kita ingin dengan Pilkada selain bisa membantu menekan laju Covid-19, tetapi bisa mendorong stimulasi ekonomi, karena ada uang yang beredar”. 


“Baik dari APBD, APBN tetapi juga dari kontestan yang akan mengeluarkan biaya untuk saksi dan kampanye. Dan ini tentu sangat baik pemulihan ekonomi daerah,” 

pungkasnya.


Sementara 11 kabupaten di Papua yang menggelar Pilkada serentak, yakni Keerom, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo, Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Nabire.


Kendati demikian, untuk daerah yang tak menyelenggarakan Pilkada, diharapkan dapat tetap menjalankan protokol kesehatan secara maksimal agar tak menimbulkan klaster baru selama proses imunisasi vaksi COVID-19 layak untuk diedarkan.(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan