Ambon,Bedahnusantara.com:Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kota Ambon atas nama Epsus Kalvein Leonard Khouw meninggal karena, positif Covid-19.
Epsus Kalvein Leonard Khou merupakan kepala Bidang Perencanaan infrastruktur dan pengembangan wilayah Bappeda-Litbang meninggal Kamis (12/11/20) di Rumah Sakit Dr Latumeten selanjutnya disemayamkan ke Rumah Sakit Haulussy untuk dimakamkan sesuai protap Covid-19.
Penghormatan terakhir dilakukan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy bersama Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler, Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf Pemkot Ambon di depan Balai Kota Ambon.
Semua staf turut meneteskan air mata saat mobil jemaat almarhum Khouw melewati kantor Balai Kota Ambon, dimana semua ASN memberikan penghormatan dan bunga sebagai rasa sedih atas kepergian Khouw yang merupakan salah satu staf terbaik Pemkot Ambon.
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, hari ini kita kehilangan salah satu staf yang memiliki dedikasi yang luar biasa di mana beliau merupakan kepala bidang pada Bappeda Litbang Kota Ambon
“Saya betul-betul prihatin karena dua minggu beliau dirawat di rumah dan tidak dan tidak rumah dan tidak beliau dirawat di rumah dan tidak dan tidak minggu beliau dirawat di rumah dan tidak dan tidak rumah dan tidak dan tidak yakin bahwa beliau terkena Covid-19 tapi, pada waktu mengalami sesak nafas baru dibawa ke rumah sakit dan setelah tiba di rumah sakit tingkat oksigen sudah semakin rendah sehingga, terlambat untuk diatasi,” ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (12/11/20).
Ini pembelajaran buat kita untuk tidak lalai terhadap Covid-19, sehingga ada gejala sakit sebaiknya dibawa ke rumah sakit agar, dilakukan pemeriksaan sesuai protap yang ada.
“Kita sudah melaksanakan semua aturan sesuai dengan protap Covid-19 yakni, rapid test maupun swab test karena itu seluruh ASN yang berada di dalam lingkup Bappeda-Litbang akan dilaksanakan sweb test, sehingga aktifitas kantor akan ditutup sementara untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,” terangnya.
Dia menjelaskan, swab test untuk mempercepat proses pendeteksian terhadap staf yang melakukan kontak erat dengan almarhum.
“Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka kita harus lakukan swab test,” katanya.( BN-02)






