Ambon, Bedahnusantara.com: Ibadah Perayaan Natal Kristus dan Misa Persiapan Natal pada sejumlah gereja dan tempat Ibadah di Kota Ambon, terlaksana secara baik dengan penerapan Protokoler Kesehatan (Prokes) yakni; Umat dan jemaat taat menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk gereja/tempat ibadah, duduk dalam jarak aman, dan mau menghindari kerumunan usai ibadah.
Menyikapi sikap dan ketaatan Umat Kristiani atas anjuran dan program pemerintah tersebut, pihak pemerintah Daerah Provinsi Maluku kemudian memberikan apresasi dan ungkapan terimakasih.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Maluku Barnabas N. Orno yang mengapresiasi pelaksanaan ibadah dan misa persiapan Natal di Kota Ambon, yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, guna mencegah penularan COVID-19.
“Saya bersyukur dan mengapresiasi penerapan prokes secara ketat dalam ibadah maupun misa Natal di Kota Ambon, guna mencegah penyebaran terutama munculnya klaster baru COVID-19,” kata Wagub usai menghadiri ibadah persiapan Natal di Gereja Maranatha.
Dirinya juga mengapresiasi kesiapan para penanggung jawab dan pengelola gedung gereja, kathedral maupun paroki dalam menerapkan prokes secara ketat, bahkan sebagian gereja di antaranya membentuk tim kecil yang bertugas untuk mengawasi penerapannya terhadap umat Kristiani yang datang menghadiri beribadah.
Menurutnya, perayaan Natal 2020 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana selain menerapkan protokol kesehatan terutama 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), jumlah umat yang hadir juga dibatasi 50 persen dari kapatitas tempat ibadah.
“Kita semua harus mengambil hikmah perayaan Natal tahun ini bahwa ada rencana Allah dibalik pandemi COVID-19, agar manusia lebih percaya dan meyakini kebesaran Allah sebagai sang pencipta,” ujarnya.
Selain itu, semua umat juga diingatkan untuk tertib dan disiplin terhadap diri sendiri, terutama menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan guna menghindari diri dan keluarga dari penularan pandemi tersebut.
“Virus covid-19 sebagai wabah yang paling menakutkan saat ini, sehingga hal ini tidak boleh dianggap enteng, akan tetapi hal itu juga tidak boleh menyurutkan semangat dan iman umat Kristen maupun umat beragama lain dalam menghadapinya,” Ungkapnya.
Dia berharap penerapan prokes secara ketat, tidak semata-mata anjuran pemerintah, tetapi menjadi salah satu solusi terbaik untuk mencegah diri sendiri dan keluarga dari penularan virus tersebut.
“Pandemi yang terjadi saat ini membuat kita harus jaga jarak duduknya, tetapi hati kita tidak boleh berjarak dan persaudaraan warga bangsa harus menjaga persatuan dan kesatuan,” Tandasnya.(BN-05)






