![]() |
| Tim Futsal Pra PON Maluku |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Kegagalan total yang dialami pada turnamen Piala Emas Futsal Indonesia (PEFI) Jakarta 2015 dan Liga Futsal Kavaleri Ambon 2015 menjadi alasan utama mengapa KONI Maluku perlu mengevaluasi tim Pra PON Maluku sebelum daerah ini berlaga di babak kualifikasi PON XIX di Ternate, Maluku Utara, November tahun ini.
’’Kalau gagal di PEFI mungkin dapat ditoleransi karena aroma persaingannya sangat ketat, tetapi kalau hal itu terjadi di turnamen lokal, seperti Liga Futsal Kavaleri, sungguh tak dapat diterima begitu saja karena Pra PON Maluku merupakan pemain-pemain pilihan yang sudah menjalani TC selama hampir satu tahun terakhir ini dengan dibiayai anggaran daerah melalui KONI Maluku,’’ kecam pemerhati futsal, Noce Matahelumual kepada pers di Café Joas, Jalan Said Perintah Ambon, Minggu (13/9/2015).
Matahelumual menilai futsal Pra PON Maluku belum solid, sehingga perlu dievaluasi KONI Maluku sebelum pelaksanaan Pra PON nanti. ’’Harus dievaluasi sebelum gagal total menimpa futsal Pra PON Maluku.
![]() |
| Noce Matehelmual |
Kalau bicara fisik mungkin bagus, tetapi dari sisi kekompakkan jika diamati selama ini, sepertinya tim ini belum layak mewakili Maluku di akang Pra PON, ’’ beber mantan penjaga gawang Virgin FC dekade 1980an.
Sementara itu Aliansi Masyarakat Peduli Dunia Olahraga Maluku (AMPDOM) menuding kegagalan futsal Pra PON Maluku di PEFI dan Liga Futsal Kavaleri merupakan kesalahan pengurus KONI Maluku yang merestui kerangka tim yang dibentuk tanpa melalui prosedur organisasi resmi.
’’Dari awal kan pembentukkan tim ini dikritik habis-habisan karena pembentukkannya tidak diketahui dan tidak direstui Asprov PSSI Maluku dan AFD Maluku. Artinya Tim futsal Pra PON Maluku ini dibentuk secara illegal dan direstui orang dalam KONI Maluku karena kedekatan pertemanan.
Saya pesimis tim ini dapat meloloskan diri ke PON 2016 di Jawa Barat. Justru saya khawatir tim futsal Maluku akan pulang dengan rasa malu dari kualifikasi PON,’’ ujar Wakil ketum AMPDOM Domi Alexander Latupeirissa mewanti-wanti, Minggu malam.
Latupeirissa menghendaki KONI Maluku objektif menyikapi usulan pengevaluasian futsal Pra PON Maluku sebelum Patttimura Muda turun berlaga di Pra PON XIX.
’’Baik pemain-pemain maupun pelatih harus dievaluasi. Tak ada jalan lain selain evaluasi futsal Pra PON Maluku,’’ pungkas mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Maluku. (BN-02)







