Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Provinsi Maluku. Hal tersebut disampaikannya usai menuntaskan agenda reses di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Dalam rangkaian reses tersebut, Fauzan menyerap langsung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan ekonomi berbasis pariwisata, penguatan infrastruktur dasar, hingga mitigasi bencana di wilayah rawan abrasi dan badai.
“Saya turun langsung ke lapangan dan mendengar sendiri apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Semua masukan itu akan kami formulasikan agar bisa diwujudkan melalui pokir DPRD,” ujar Fauzan kepada wartawan di Ambon, Senin (12/1/2026).
Salah satu aspirasi yang mengemuka berasal dari Desa Taar, Kota Tual, di mana warga mendorong optimalisasi potensi pariwisata alam Kepulauan Kei. Menurut Fauzan, wilayah tersebut memiliki kekayaan alam yang sangat potensial, namun belum dikelola secara maksimal.
“Potensi pantai berpasir putih, terumbu karang, dan kekayaan laut di Kei sangat besar. Jika ditopang dengan infrastruktur yang memadai, sektor pariwisata bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain pariwisata, Fauzan juga menyoroti kondisi Kecamatan Tayando Tam, yang kerap dilanda abrasi pantai dan cuaca ekstrem. Warga setempat, kata dia, meminta adanya langkah nyata dari pemerintah untuk melindungi permukiman dan lahan pertanian mereka dari ancaman bencana.
“Kondisi geografis Tayando Tam menuntut perhatian serius. Pembangunan talut penahan ombak, bendungan kecil, serta sarana mitigasi lainnya menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Fauzan.
Isu lain yang turut menjadi perhatian dalam reses tersebut adalah penyelesaian pembangunan rumah ibadah di sejumlah wilayah Pulau Kei yang selama ini terhenti. Fauzan menegaskan, persoalan ini akan diperjuangkan secara kolektif oleh seluruh anggota DPRD Maluku dari daerah pemilihan setempat.
“Rumah ibadah adalah kebutuhan fundamental masyarakat. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menjaga kehidupan sosial dan spiritual warga,” ujarnya.
Seluruh aspirasi yang dihimpun, lanjut Fauzan, akan menjadi dasar penyusunan pokir DPRD Provinsi Maluku untuk tahun anggaran mendatang, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur umum, penguatan ekonomi lokal, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta mitigasi bencana di wilayah kepulauan.
“Saya pastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti di catatan reses, tetapi akan diperjuangkan agar benar-benar terealisasi,” tandasnya. (BN Grace)





